Petembak TNI-AD Tak Terkalahkan di Ajang AARM

Petembak TNI AD
Petembak TNI AD

JAKARTA (PB) – Petembak TNI Angkatan Darat tidak terkalahkan di ajang Lomba Tingkat Internasional, ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-26 Tahun 2016 yang digelar di Manila, Filipina, Selasa (6/12).

“Tim petembak TNI AD sulit ditandingi oleh petembak Angkatan Darat ASEAN lainnya setelah di hari terakhir pertandingan memperoleh 21 medali emas. Penutupan pertandingan ini dihadiri oleh seluruh kepala staf angkatan darat negara ASEAN pada Rabu ini,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI M Sabrar Fadhilah, di Jakarta, Rabu.

Selain menggodol 21 medali emas, petembak TNI AD berhasil memperoleh 15 medali perak dan 16 medali perunggu serta enam piala. Raihan medali Indonesia tersebut sudah tak terkejar lagi oleh Thailand dengan 10 emas, 15 perak dan sembilan perunggu. Sementara tuan rumah Filipina berada di urutan ketiga dengan 10 emas, sembilan perak, dan 14 perunggu. Kontingen Brunei hanya memperoleh dua medali emas, sedangkan Vietnam dan Myanmar masing-masing satu medali emas.

Situs resmi AARM 2016, hasil kemenangan Indonesia itu diperoleh dari nomor senapan (satu emas, dua perak, tiga perunggu), karaben (empat emas,dua perak, dan dua perunggu), pistol pria (dua emas, dua perak, dua perunggu), pistol wanita (empat emas, satu perak, dua perunggu), senapan mesin (empat emas, tiga perak, dan dua perunggu).

Tim tembak TNI AD yang berlaga pada AARM ke-26 di Filipina yang dikomandani Mayor Inf Wimoko dan Wakil Komandan Kapten Inf Abraham Pandjaitan, kata Fadhilah sebanyak 61 orang terdiri atas 37 petembak dan 24 pendukung.

Para petembak TNI AD ini berasal dari Kopassus 24 orang, Kostrad tujuh orang, Kodam II/Sriwijaya tiga orang, Kodam III/Siliwangi satu orang, Kodam XII/Mulawarman satu orang dan Kodam XVI/Pattimura satuorang. Sedangkan materi kelas menembak yang dipertandingkan, yakni menambak putra dan Putri, menembak senapan, Karaben dan senapan otomatis.

“Yang lebih membanggakan, senjata yang digunakan para petembak TNI AD pada AARM ini merupakan senapan SS2-V4 kaliber 5,56 mm dan karaben SS2-V2 kaliber 5,56 mm serta munisi buatan dalam negeri PT Pindad,” kata Kadispenad.

Menurut rencana, tim petembak TNI AD akan kembali ke Indonesia pada Jumat (9/12) melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (admin)

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *