UP2KP Siap Kawal Pelayanan Kesehatan Wilayah Anim-Ha

 

Direktur Eksekutf UP2KP Aloysius Giyai saat melantik Pengurus Cabang Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) Wilayah Adat Anim-Ha di Kantor Sekretariat PPS Merauke, Kamis (15/12)
Direktur Eksekutf UP2KP Aloysius Giyai saat melantik Pengurus Cabang Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) Wilayah Adat Anim-Ha di Kantor Sekretariat PPS Merauke, Kamis (15/12)

MERAUKE (PB) : Pengurus Cabang Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) Wilayah Adat Anim-Ha di Merauke Periode 2016-2020, Kamis (15/12) resmi dilantik oleh Direktur Eksekutif UP2KP drg. Aloysius Giyai, M.Kes untuk bekerja mengawal sector kesehatan di bumi Anim-Ha yang meliputi Kabupaten Merauke, Mappi, Asmat dan Boven Digoel.

Acara pelantikan berlangsung di Kantor Sekretariat Perjuangan Provinsi Papua Selatan (PPS) Jalan Ahmad Yani ditandai dengan pengambilan sumpah janji, penandatanganan Berita Acara Pelantikan dan penyerahan bendera pataka UP2KP lalu ditutup dengan perayaan ekaristi dipimpin Pastor Andreas Fanumbi, Pr.

Turut hadir Direktur UP2KP Agustinus Raprap dan Esau Rumbiak beserja sejumlah pengurus UP2KP Provinsi Papua, Asisten I Setda Merauke Drs. Agustinus Joko Guritno, M.Si,Wakapolres Merauke Marthin W. Asmuruf, S.Sos.MM, Dandim, para tokoh agama dan tokoh adat, termasuk mantan Bupati Merauke John Gluba Gebze.

Direktur Eksekutf UP2KP Aloysius Giyai saat melantik Pengurus Cabang Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) Wilayah Adat Anim-Ha di Kantor Sekretariat PPS Merauke,
Direktur Eksekutf UP2KP Aloysius Giyai saat melantik Pengurus Cabang Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) Wilayah Adat Anim-Ha di Kantor Sekretariat PPS Merauke,

Direktur Eksekutif UP2KP Aloysius Giyai mengatakan dirinya sangat mengapresiasi semangat dariPengurus  Cabang UP2KP Regio Anim-Ha di Merauke yang dalam waktu tiga bulan berhasil menyusun tim kerja. Ia berharap semangat ini menjadi modal kerja tim dalam mengawal pelayanan kesehatan di wilayah Anim-Ha.

“Tugas kalian sangat mulia tapi cukup berat. Akan banyak pengaduan pelayanan kesehatan dalam kerja kalian. Di UP2KP Provinsi selama tiga tahun berdiri ada 350 kasus pengaduan pelayanan kesehatan dari masyarakat yang kami tangani hingga tuntas. Kita harus saling koordinasi ke depan,” kata Aloysius.

Menurut Aloysius, ada dua tugas utama Pengurus Cabang UP2KP Regio Anim-Ha di Merauke. Pertama, bersama pemerintah daerah melakukan inovasi dan kreasi kesehatan. Kedua, mengawasi dan mengendalikan dana-dana kesehatan seperti Kartu Papua Sehat, dana BOK dan DAK yang dikelolaDinas Kesehatan dan Puskesmas. “Tugas ini butuh kemitraan dengan semua pihak agar UP2KP bisa menjalankan tugas. UP2KP bukan polisi atau hakim yang mengadili, karena itu setiap kasus pengaduan masuk harus di cross check di unit-unit pelayanan yang masuk,” katanya.

Asisten I Setda Merauke Drs. Agustinus Joko Guritno, M.Si saat menerima bendera pataka UP2KP dari Direktur Eksekutif UP2KP kepada Ketua UP2KP Regio Wilayah Adat Anim-Ha berharap kehadiran UP2KP di Merauke kiranya bisa mendorong dan mengawal pelayanan kesehatan Papua hingga ke kampung-kampung. Pihaknya selaku Pemda Kabupaten Merauke siap bersinergi dengan UP2KP. “Ini hal yang kami nantikan di Merauke. Masalah pelayanan kesehatan bukan masalah teknis semata tetapi juga berjiwa sosial penuh cinta kasih. Karena itu kehadiran UP2KP bisa mendorong kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas hingga ke kampung-kampung. Saya percaya para pengurus UP2KP yang baru dilantik yang umumnya berlatarbelakang kesehatan,” kata Agustinus.

Direktur Eksekutf UP2KP Aloysius Giyai ketika menyerahkan SK Pengurus Cabang Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) Wilayah Adat Anim-Ha diterima oleh Ketua Fransiska Gondro Mahuze
Direktur Eksekutf UP2KP Aloysius Giyai ketika menyerahkan SK Pengurus Cabang Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) Wilayah Adat Anim-Ha diterima oleh Ketua Fransiska Gondro Mahuze

Sementara itu Ketua UP2KP Regio Wilayah Adat Ha-Anim Fransiska Gondro Mahuze dalam sambutannya mengatakan walau dalam keterbatasan dana,  dirinya bersama pengurus UP2KP dengan semangat yang tinggi siap dilantik guna bekerja mengawal kesehatan Papua. “Ini murni adalah panggilan hati kami sebagai anak Papua yang selama ini merindukan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas di Bumi Anim-Ha. Karena itu, kami mengajak pemda dan semua stakeholder untuk bermitra dengan kami,” kata Fransisca.

Dalam Surat Keputusan Pelantikan Nomor C.219/UP2KP-SK/XII/2016 tentang pengangkatan dan pelantikan Pengurus Cabang UP2KP Regional Wilayah Adat Anim-Ha di Merauke, adapun pengurus UP2KP Regional Anim-Ha dengan susunan sebagai berikut Fransiska Gondro Mahuze, S.IP (Ketua), Urbanus Yawe Ndiken (Wakil Ketua), Charles Naya (Sekretaris), dan Florida Balagaize (Bendahara). Terdapat delapan (8) bidang dalam struktur organisasi UP2KP yakni Bidang Sekretariat, Bidang Perencanaan Program, Monitoring dan Evaluasi, Bidang Humas dan Kemitraan, Bidang Penelitian dan Pengembangan, Bidang Advokasi Hukum, Bidang Respon, Emergensi dan Konsultasi Publik, Bidang Pengaduan Pelayanan Kesehatan, dan Bidang Publikasi dan Dokumentasi. Bertindak sebagai Dewan Pembina, Gubernur Papua dan Kepala Dinas Kesehatan Papua.

Direktur Eksekutf UP2KP Aloysius Giyai ketika menyerahkan SK Pengurus Cabang Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) Wilayah Adat Anim-Ha diterima oleh Ketua Fransiska Gondro Mahuze
Direktur Eksekutf UP2KP Aloysius Giyai ketika menyerahkan SK Pengurus Cabang Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) Wilayah Adat Anim-Ha diterima oleh Ketua Fransiska Gondro Mahuze

Sekedar diketahui, selain di Regional Anim-Ha, sejak dilantik dan dibentuk secara resmi oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH pada 12 Oktober 2013, badan pengurus UP2KP Provinisi Papua juga telah melantik dan meresmikan UP2KP regio Nabire pada 21 Juli 2014 di Guest House Nabire. Pelantikan dilakukan oleh Gubernur Papua diwakili Direktur I UP2KP Agustinus Raprap dengandihadiri oleh Bupati Nabire Isaias Douw. (Gusty Masan Raya)

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *