2019, Yahukimo Bentuk Nakes Bergerak

 

Suasana pertemuan Tim UP2KP dengan Asisten III Setda Kabupaten Yahukimo, Naftali Elopee, S.Pd.M.Si.

Kabupaten Yahukimo yang luas dengan keadaan geografisnya yang menantang membutuhkan tenaga kesehatan bergerak. Program yang digelorakan Dinas Kesehatan Papua ini pun didukung.

Dukungan Pemerintah Kabupaten Yahukimo terhadap pembentukan layanan kesehatan bergerak di seluruh kabupaten di Provinsi Papua, terungkap dalam pertemuan antara Tim Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) dengan Pemkab Tolikara diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Kabupaten Yahukimo, Naftali Elopere, S.Pd, M.Si, Jumat, 5 Mei 2017 di Dekai.

Menurut Naftali, dengan kondisi geografis yang sangat luas dan menantang, model pelayanan kesehatan bergerak memang sangat cocok untuk menjangkau masyarakat di balik gunung, bukit dan lembah. Oleh karena itu, mewakili Pemkab Tolikara, ia mengapresiasi program inovatif dari Kepala Dinas Kesehatan Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes dan UP2KP yang ikut memotorinya.

“Persoalannya adalah program untuk tahun 2018 kami telah selesai membahas dan telah masuk ke RPJMD. Kami mau masukkan program yang baru lagi tidak bisa. Tetapi tidak apa-apa, kami bisa simpan untuk dianggarkan tahun 2019. Jadi mohon sampaikan kepada kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua bahwa akan kami untuk usulkan lagi di anggaran tahun 2019,” kata Naftali.

Secara morfologi Kabupaten Yahukimo merupakan dataran rendah, dataran tinggi, daerah bergunung dan perbukitan. Luas daerah dengan kemiringan 0-1 persen adalah 1.621.900 meter persegi; tingkat kemiringan 15-40 persen adalah 96.875 meter persegi, sedangkan tingkat kemiringan di atas 40 persen adalah yang terbesar yaitu 3.572.825 meter persegi dari total luas Kabupaten Yahukimo. Jumlah distriknya pun paling banyak di Papua yakni mencapai 44 distrik.

Berdasarkan data Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan di Kabupaten Yahukimo sebagaimana diperoleh Tim UP2KP dari Staf Dinkes Yahukimo, Erna Widyastutik, SKM, jumlah tenaga dokter umum sebanyak 14 orang sementara yang dibutuhkan 14. Dokter gigi tak ada sama sekali. Jumlah perawat sebanyak 228 orang sementara yang dibutuhkan 248 orang. Jumlah bidan yang dibutuhkan 220 orang, sementara jumlah yang tersedia hanya 34 orang.

“Dengan melihat jumlah tenaga kesehatan yang masih kurang ini, kami berharap Pemerintah Kabupaten Yahukimo sesuai komitmennya melakukan rekrutmen tenaga kesehatan bergerak pada 2019 untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah tersisolir seperti di Wubri, Morman, Wisama, Kerabuk, Hoigo dan lain-lain,” kata Ketua Tim UP2KP, Derik Pinibo, SKM. (Gusty Masan Raya)

 

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *