Gubernur Minta Pimpinan Cluster Mulai Bahas Dana Infrastruktur PON XX

Gubernur Papua Lukas Enembe (kanan) didampingi Ketua DPR Papua Yunus Wonda dan rombongan dalam sebuah kesempatan

JAYAPURA (PB) : Pasca  penyerahan master plan  PON XX Papua 2020 kepada   Pimpinan Cluster dan Bupati/Walikota, masing-masing Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke, Mimika, Jayawijaya dan Biak  Numfor, agar mulai membahas  pendanaan infrastruktur PON, khususnya  di masing-masing Claster,  untuk optimalisasi persiapan penyelenggaraan PON.

“Tujuannya supaya kita  bisa tahu  berapa dana  pembangunan venue yang harus disharring Kabupaten/Kota ke  Provinsi,” tegas Gubernur Papua  Lukas Enembe, SIP, MH melalui  Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Papua Yusuf Yambe Yabdi usai Penyerahan  Materi PON XX Papua 2020 di Sasana Karya, Kantor Gubernur Papua, Jayapura, pekan lalu.

Gubernur menuturkan, pihaknya tak  mau  intervensi  pembahasan pendanaan venue, pesta olahraga terbesar di Tanah Air, tapi memberikan kewenangan kepada masing-masing pimpinan  Claster, untuk  membahas dengan claster.

“Kesimpulan seperti apa tentu saja keputusan pimpinan claster,   kita akan laporkan kepada Ketua Umum PB PON XX  Papua 2020 dan KONI Pusat,” katanya.

Terkait  Cabor  PON XX diganti atau dikurangi, Gubernur mengatakan,  Cabor  yang dipertandingkan didalam PON   XX  sesuai Surat Gubernur, merupakan hasil keputusan   rapat anggota KONI Papua.

“Jika ingin mengganti atau mengurangi  Cabor PON,  maka harus ada Surat  Gubernur,” lanjutnya.

Sementara itu, Yusuf Yambe Yabdi menjelaskan, pendanaan infrastruktur PON XX di tingkat Provinsi  Papua memanfaatkan APBDP 2017 dan APBDP 2018. Dimana total anggaran mencapai Rp 4.26 Triliun dan untuk Pekan Paralimpiade Nasional atau Pekan Paralimpik Indonesia (Peparnas) senilai  Rp 1 Triliun atau  25  persen  dari Rp 4.26 Triliun.  Peparnas  adalah suatu ajang kompetisi yang menyerupai PON, khusus  bagi atlet  penyandang disabilitas Indonesia. Sedangkan  progres  infrastruktur PON  XX kini mencapai  13,7 persen.

“Dengan begitu maka kita akan punya waktu untuk mempersiapkan PON sebanyak 3 tahun dari September 2017 hingga September 2020,” jelasnya. (Marcel/PB)

 

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *