Beras Bermerk Woromo Miguni, Milik Pengusaha Asli Papua Hadir Jawab Kebutuhan Masyarakat

Beras Bermerk Woromo Miguni siap untuk dipasarkan. Beras Bermerk Woromo Miguni merupakan beras kualitas terbaik dengan harga terjangkau. Beras bermerk ini resmi terdaftar di Kementerian Pusat milik pengusaha asli Papua, J Yumin Wonda. S.Sos

“Kualitas Terbaik, Harga Terjangkau. Sudah Distribusi 10,5 Ton di Wilayah Pegunungan”

JAYAPURA : Permintaan masyarakat Papua akan konsumsi beras dewasa ini kian meningkat. Sesuai hukum ekonomi, tingginya permintaan dengan sedikitnya barang, maka dipastikan harga akan relatif mahal.

Tak hanya itu, kualitas (Baca:Bersih, bergizi dan higienis) pun biasanya relatif kian tak lagi diperhatikan pengusaha atau pihak produsen, jika sudah terjadi permintaan yang tinggi dari konsumen tersebut.

Terpanggil sebagai pengusaha asli Papua, J. Yumin Wonda S.Sos yang selama ini memang dikenal pro pada masyarakat, membuat terobosan dengan menghadirkan beras bermerek Woromo Miguni, guna memenuhi kebutuhan konsumen di Papua terutama wilayah Pegunungan, yang memang sulit mendapat beras kualitas bagus dengan harga terjangkau.

Tak tanggung-tanggung, Yumin yang adalah putra asli asal Pegunungan tengah Papua, menghadirkan beras berkualitas terbaik dengan merek dagang yang ia punyai sendiri dan sudah terdaftar di Kementerian Pusat.

“Kita memang ingin memberikan beras yang terbaik kepada masyarakat Papua dimanapun, mulai Pegunungan, pesisir dan pedalaman manapun yang mengkonsumsi beras yang agar dapat yang terbaik,” kata Yumin Wonda kepada pers, Senin (15/08/2017).

Beras Bermerk Woromo Miguni sedang dalam proses distribusi menggunakan pesawat kargo menuju Wamena kabupaten Jayawijaya, untuk selanjutnya diedarkan ke seluruh wilayah Pegunungan Papua. Beras Bermerk Woromo Miguni hadir untuk memenuhi permintaan masyarakat Papua akan beras berkualitas terbaik dengan harga terjangkau.

Dia jelaskan, untuk pendistribusian sendiri sudah dilakukan. Bahkan, pihaknya pada Jumat (11/08/2017) lalu sudah mengirim sebanyak 10,5 ton beras ke Wamena, kabupaten Jayawijaya, untuk diedarkan disana dan ke seluruh Wilayah Pegunungan Tengah Papua.

“Kita juga sudah kirim pada hari Jumat lalu sebanyak 10,5 ton ke Wamena. Selain diedarkan untuk kebutuhan masyarakat di Jayawijaya, Beras Woromo juga didistribusikan ke seluruh kabupaten di wilayah Pegunungan, antara lain Lani Jaya, Nduga, Yalimo, Mamberamo Tengah, Tolikara, Puncak Jaya,”urai Yumin Wonda.

Dia mengklaim, Beras premium kualitas terbaik dengan Woromo yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti buah Pandan merupakan merk sendiri yang sudah terdaftar secara resmi dan diakui oleh kementerian di Pusat.

“Kalau untuk di wilayah Pegunungan, beras Woromo ini diharapkan bisa menjadi solusi bagi tingginya permintaan. Kita beri kualitas terbaik dengan harga yang terjangkau. Sekaligus menjawab adanya kebutuhan masyarakat Pegunungan Tengah, akan pengganti ubi dan keladi yang kian meningkat,”ujarnya lagi.

Beras Bermerk Woromo Miguni siap untuk dipasarkan. Beras Bermerk Woromo Miguni merupakan beras kualitas terbaik dengan harga terjangkau. Beras bermerk ini resmi terdaftar di Kementerian Pusat milik pengusaha asli Papua, J Yumin Wonda. S.Sos

Tak hanya itu, menurut Yumin Wonda, salah satu alasan mendasarnya menggunakan merk Woromo alias Buah Pandan di beras yang ia produksi, yakni ingin mengingatkan juga pada masyarakat, khususnya di wilayah Pegunungan Papua, bahwa Buah Woromo ini jarang di daerah lainnya. Hanya saja keberadaannya kini semakin sulit ditemukan.

“Buah ini sudah lama tak lagi berkembang dengan baik. Jangan sampai di 20-an tahun yang akan datang, Woromo hanya tinggal sebagai kenangan untuk masyarakat di Pegunungan. Mari kita bersama jaga dan lestarikan,”pintanya.

Yumin dalam kesempatan itu juga meminta pengusaha, khususnya putra asli di Papua, agar jangan terus terpaku pada pekerjaan atau proyek berorientasi infrastruktur ataupun mega proyek lainnya, tetapi harus juga memikirkan bagaimana kebutuhan masyarakat akan bahan pokok, terutama masyarakat yang berada di wilayah Pegunungan dan yang relatif sulit dijangkau. (Marcel/PB)

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *