Ketua Umum KNPI : Hindari Hutang, Pemerintah Diminta Naikkan Tax Ratio

Ketua Umum KNPI Rifai Darus

JAKARTA (PB) : Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Rifai Darus mengapresiasi apa yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo dalam pidato kenegaraan dalam menyambut HUT RI ke 72 Tahun, sekaligus menyampaikan pidato keuangan RAPBN 2018.

Menurut dia, optimisme pemerintah yang tergambar dalam nota keuangan RAPBN 2018 yang disampaikan itu. Namun, yang perlu juga diperhatikan adalah dari sisi keuangan yang bakal meningkatkan pembiayaan dari sisi hutang.

“Hanya saja, pihaknya menilai optimisme pemerintah tersebut akan Indonesia pada peningkatan pembiayaan APBN dari sisi hutang,” kata Rifai Darus selaku Ketua Umum DPP KNPI yang diterima redaksi papuabangkit.com.

Menurut Rifai, Dalam pidato Nota Keuangan Pemerintah yang disampaikan oleh Presiden, Pembiayaan RAPBN 2018 di fokuskan pada utang yang porsinya lebih besar dari instrumen pembiayaan lainnya. Dalam RAPBN 2018 Pemerintah menetapkan target pembiayaan dari utang sebesar 399,24 Trilyun atau turun dibanding dalam APBNP 2017 sebesar 461,34 Trilyun.

“Memang kalau dilihat dan dibandingkan data tahun lalu, target pembiayaan pemerintah dari sisi utang memang turun, tapi DPP KNPI melihat dari sisi lainnya bahwa jika diakumulasikan dengan memakai data per juli 2017 sebesar 3.706 Trilyun, maka beban utang Indonesia bertambah dan menjadi  4.105,24 Trilyun ditahun 2018 dan ini akan menjadi beban kami Pemuda Indonesia dimasa yang akan datang,” ujarnya.

Masih menurut Rifai, bahwa seharusnya pemerintah dapat lebih kreatif lagi untuk mencari sumber – sumber pembiayaan dalam RAPBN 2018 selain utang. Salah satunya dengan lebih progresif lagi untuk meningkatkan penerimaan neara disektor pajak.

“DPP KNPI Menilai bahwa pemerintah masih kurang optimis jika melihat target penerimaan pajak. Tax ratio dibandingkan PDB tidak lebih dari 12%, padahal pemerintah punya kemampuan untuk meningkatkan tax ratio kita dari PDB sebesar 14% bahkan lebih. Persoalannya pemerintah mau nggak?. Untuk itu kami juga akan menyiapkan RABN 2018 versi pemuda Indonesia yang akan kami bawa ke DPR-RI, sehingga DPR-RI juga memiliki pembanding,” urainya

“Bagaimanapun estafet pembangunan dimasa depan akan berpindah kepada kami generasi muda Indonesia, jika pengelolaan keuangan negara terus mengandalkan utang, maka generasi sekarang akan terus meninggalkan beban bagi kami pemuda Indonesia dimasa yang akan datang,” kata Rifai mengakhiri. (Marcel/PB)

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *