Jangan Ada Unsur Politik Dalam Pemanggilan LE oleh Bareskrim Polri

Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH ketika menyalami anggota Komisi I DPR Papua Laurenzus Kadepa dalam suatu kesempatan sidang.

JAYAPURA (PB),- Anggota Komisi I DPR Papua Laurenzus Kadepa, berharap jangan ada unsur politik dalam pemanggilan Lukas Enembe (LE) oleh Bareskrim Polri, terkait dugaan korupsi dana beasiswa tahun 2016, meskipun dalam kasus tersebut LE hanya diperiksa sebagai seorang saksi.

“Persoalan pemanggilan Gubernur Papua, Lukas Enembe oleh Bareskrim Polri sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana beasiswa tahun 2016 adalah urusan pihak penegak hukum. Kita tidak intervensi, namun tak bisa diterima oleh seluruh rakyat Papua jika pemanggilannya dengan unsur politik tertentu. Itu pelecehan terhadap pribadi Lukas Enembe dan keluarganya, masyarakat Papua dan ras melanesia di Papua,” kata Laurenzus kepada papuabangkit.com, Jumat (25/8/2017).

Di mata Laurenzus, Lukas Enembe adalah seorang tokoh Papua yang luar biasa, mempunyai nyali dan memiliki komitmem yang tinggi untuk membangun Papua dalam kerangka NKRI. Hanya sebagian kelompok penguasa dalam negara ini yang masih meragukan Lukas Enembe. “Banyak positifnya, hal negatifnya sedikit saja yang dimiliki Lukas Enembe selama ini, ini sesuai pengamatan  pribadi saya,” katanya.

Selain Lukas Enembe, Laurenzus pun mengapresiasi tokoh Papua lainnya seperti Paulus Waterpauw, Natalius Pigai, John Wempi Wetipo, dan masih banyak. “Kita Papua tidak kalah juga dengan daerah lain kalau kita sadar dan bersatu. Kita kuat kalau kita sadar dan bersatu. Kenapa kita bertengkar sendiri?  Jujur, saya berbicara terlepas dari kepentingan politik Pilgub 2018 atau lainnya,” ujarnya.

Ia ingin orang Papua ras Melanesia ini bisa melakukan apa dalam negara yang mayoritas Melayu ini. Ia mengajak kepada semua tokoh kebanggaan yang disebutnya itu, bahkan semua masyarakat Papua, mari bersatu melawan paradigma buruk pemerintah pusat kepada Papua selama ini, yakni tidak mampu, pejabat terkorup tanpa mereka tunjukkan data dan bukti. “Kalau kita tidak bersatu, kita tetap disebut pelengkap saja dalam negara ini,” tandasnya. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *