Kadinkes Papua Sebut Kondisi Pasien Anak Korowai Mulai Membaik

Kadinkes Papua drg. Aloysius Giyai saat mengunjungi pasien anak dari Korowai/Albert

JAYAPURA (PB) – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg Aloysius Giyai mengatakan, kondisi pasien anak dari pedalaman Korowai yang menderita luka menganga di bagian rahang kanan, tepatnya di pipi bagian kiri yang kini dirawat di Rumah Sakit Dian Harapan Abepura, Kota Jayapura, mulai membaik.

“Sebagai penanggungjawab kesehatan di Papua, saya rasa bangga karena ada staf saya dan beberapa kelompok peduli bergerak cepat sehingga pasien ini cepat di bawah ke Rumah Sakit Dian Harapan untuk dirawat,” ujarnya, Rabu (11/10/2017).

Hal ini sungguh menggembirakan karena anak ini punya harapan besar untuk sembuh. Anak ini sebagai salah satu generasi penerus bangsa di negara ini, lebih khusus di Tanah Papua. “Tadi kami diskusi dengan dokter di RS Dian Harapan yang menangani pasien anak ini, bahwa kemungkinan sembuhnya anak ini sangat baik. Ada harapan untuk sembuh total,” ujarnya.

Dari komunikasi yang dilakukan dengan tim dokter yang menangani, tim sudah membangun komunikasi dengan tim dokter dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta terkait penanganan pasien.        “Pekan lalu mereka sudah melakukan telekonferens dengan tim dokter di RSCM Jakarta dan mereka juga sudah merekomendasikan untuk anak ini dirawat di sini saja,” ujarnya. Namun, menurut tanggapan dari tim dokter di RS Dian Harapan yangmenangani anak itu menyatakan bahwa mereka agak berat dalam hal penanganan status gizi anak tersebut.

Hal serupa juga disampaikan dr Agus Suarsana, salah satu dokter spesialis bedah di RS Dian Harapan yang menangani anak itu. “Kondisi terakhir dari pasien anak dari Korowai yang bernama Puti ini, ada perkembangan  baik,” kata dr Agus Suarsana. Pertama penanganan pasien ini kurang darah/HB-nya rendah, namun sudah membaik.  Pertama HB-nya 5,5  namun sudah naik menajdi HB-nya 7 lebih melalui makanan yang dikonsumsi. Kedua, sudah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh di rongga mulutnya dengan pembiusan sehingga bisa diprediksi sejauhmana rencana tindakan selanjutnya.

Kadinkes Papua drg Aloysius Giyai sedang berdiskusi dengan dokter yang menangani pasien anak dari Korowai.

Curiga Menderita Penyakit Noma

Sebelumnya,  Dinkes Provinsi Papua menyewa pesawat berbadan kecil untuk membawa seorang anak yang luka di bagian dahi dan diduga tumor dari Korowai ke Jayapura untuk berobat. Pasien itu dikirim dari Korowai ke Jayapura pada Selasa (2/10).

Dokter bedah di Rumah Sakit Dian Harapan, dr Agus Suarsana, yang menerima pasien anak ini dari pedalaman Korowai ini mencurigai si anak yang menderita luka menganga di bagian rahang kanan tepatnya di pipi bagian kiri  menderita penyakit Noma. Dokter Agus menjelaskan, definisi Noma yaitu penyakit infeksi (cancrum oris) yang merusak jaringan orofasial (mulut) serta struktur sekitarnya. Penyebabnya kuman Fusobacterium necrophorum pada anak dengan gangguan imunitas (kekebalan tubuh).

“Hanya saja kita belum bisa membuktikan 100 persen pasien ini menderita penyakit Noma. Perlu pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya. Pada dasarnya penyakit ini masih mengarah pada infeksi yang kronis. Ada kemungkinan untuk dilakukan operasi lebih lanjut.  “Tugas pertama yang harus kita lakukan adalah meningkatkan kondisinya seoptimal mungkin, mulai dari gizi, kemudian pengobatan-pengobatan kasus infeksi yang ada,” ujarnya.

Begitu kondisinya optimal baru memungkinkan untuk dilakukan langkah-langkah operasi selanjutnya. “Dan operasi yang dilakukan pun bertahap yakni mulai menutup di bagian dalam rahang dan melihat penyembuhannya, baru dilihat otot-otot bagian luar,” terangnya. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *