Pelaku Seni dan Budaya Senang Gubernur Lukas Perhatian Pada Seni Budaya Papua

Konsultasi dan Konsolidasi Pemerintah Provinsi Papua dengan Komunitas Pemerhati Budaya Papua yang dilaksanakan di Warung Daun Jakarta, Selasa (31/10/2017) hari ini.

JAYAPURA (PB) – Perhatian pemerintah saat ini yang sangat besar terhadap perkembangan seni dan budaya Papua mendorong para pelaku seni, komunitas dan pemerhati budaya untuk semakin semangat dan optimis dalam terus menggali dan mempromosikan seni budaya Papua.

Langkah yang dilakukan oleh Kantor Badan Penghubung di Jakarta sebagai representative Pemerintah Provinsi Papua dengan menjadikan kantor badan penghubung sebagai fasilitator bagi para Seniman Papua, dipandang sebagai langkah yang sangat baik yang sampai saat ini belum pernah dilakukan. Wadah ini dapat dimanfaatkan para seniman Papua untuk saling berinteraksi dan bersinergi untuk kebangkitan seni budaya Papua.

Hal tersebut merupakan kesimpulan dari acara “Konsultasi dan Konsolidasi Pemerintah Provinsi Papua dengan Komunitas Pemerhati Budaya Papua” yang dilaksanakan di Warung Daun Jakarta, Selasa (31/10/2017) hari ini.

“Visi dan Misi Gubernur saat ini untuk mewujudkan Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera mendorong kami para seniman Papua untuk juga bangkit dan terus menggali potensi-potensi seni dan budaya Papua yang sampai saat ini maish banyak yang belum digali dan ditunjukkan kepada masyarakat luas. Baru Gubnernur yang sekarang ini, pak Lukas Enembe, yang memberikan perhatian dan membangun kemitraan dengan  pelaku seni seperti kami ini,” ujar Wiliam Swaki yang menjadi salah satu narasumber dalam acara tersebut.

Suasana Konsultasi dan Konsolidasi Pemerintah Provinsi Papua dengan Komunitas Pemerhati Budaya Papua yang dilaksanakan di Warung Daun Jakarta, Selasa (31/10/2017) hari ini.

Sejak tahun 80-an, lanjut Wiliam Sawaki, membangun dan mempromosikan seni dan budaya Papua di Jakarta sangatlah sulit. “Pada saat itu kami tidak punya apa-apa, bahkan kami seringkali tidak punya dana untuk melakukan kegiatan seni kami, tapi kami tetap komitmen untuk membangun dan mempromosikan seni dan budaya Papua. Melalui grup musik Rio Grime kami terus bergerak agar Papua ini tetap di pandang sebagai bagian integral dari negara ini,” terang Wiliam Sawaki.

Frans Rumbino atau Frans Sisir sebagai pelaku seni di tahun 2000-an juga sangat berterimakasih kepada Gubernur lukas Enembe yang memberikan perhatian yang besar kepada seniman-seniman Papua. “Dengan fasilitasi yang diberikan oleh kantor badan penghubung kepada para seniman Papua yang ada di Jakarta, saya berharap para pelaku seni dan pemerhati budaya Papua semakin menyatu dan menjalin komunikasi yang intensif sehingga seni dan budaya Papua terus bangkit dan Berjaya,” lanjut Frans Rumbino yang juga narasumber dalam acara ini.

Dalam acara ini, Kepala Kantor Badan Penghubung Provinsi Papua, Alexander Kepisa menyampaikan bahwa kantor badan penghubung siap menjadi wadah dan etalase seni Papua yang ada di Jakarta. “Saya sangat berharap agar para pelaku seni dan pemerhati budaya Papua yang ada di Jakarta dan sekitarnya dapat terus menjalin komunikasi dengan kami sebagai representative Pemerintah Provinsi Papua di Jakarta. Jadikanlah kantor kami sebagai wadah dan etalase seni budaya Papua sehingga semuanya dapat terorganisir dengan baik dan pemerintah provinsi papua dapat terus memberikan dukungan kepada seniman-seniman papua yang ada di Jakarta,” kata Alexander Kapisa. (Frida Adriana)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *