2018, Pemprov Keluarkan Pergub Wajib Doa Jam 12 Siang

Sekretaris Daerah Papua T.E.A. Hery Dosinaen, S.IP.M.KP saat menandatangani prasasti Peresmian Gedung Pastoran dan Aula Paroki Gembala Baik Abepura, Minggu (19/11/2017)

JAYAPURA (PB)—Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, T.E.A. Hery Dosinaen, S.IP.M.KP mengatakan Pemerintah Provinsi Papua sedang merancang sebuah regulasi berupa Peraturan Gubernur (Pergub) di bidang keagamaan untuk mewajibkan semua umat Tuhan yang hidup di Provinsi Papua untuk berdoa setiap jam 12 siang.

Hal itu dikatakan Sekda Hery di sela-sela acara Peresmian Gedung Pastoran Katolik dan Aula Paroki Gembala Baik Abepura, Minggu (19/11/2017).

“Pergub ini sedang kami rancang dan godok, tahun depan 2018 direncakana akan diberlakukan. Pemerintah Provinsi Papua menyadari bahwa Papua sebagai Tanah yang diberkati Injil, karena itu sudah seharusnya harus ada doa dan refleksi bagi semua umat Tuhan, agama apapun, semua wajib doa pada setiap jam 12 siang,” kata Sekda Hery.

Sekda Hery pada kesempatan itu juga berterima kasih kepada para Misionaris dan tokoh Gereja Katolik yang memberi sumbangsih besar pembangunan Provinsi Papua, termasuk Paroki Gembala Baik Abepura yang merupakan paroki paling tua di Keuskupan Jayapura. Ia berharap, momentum perayaan HUT Paroki Gembala Baik ke-88 dan Peresmian Gedung Paroki ini bisa menjadi sarana untuk meningkatkan pelayanan iman umat Katolik agar bertumbuh sebagai garam dan terang dunia.

“Kami tidak tutup mata. Bapak Gubernur Papua Lukas Enembe bersama Wakil Gubernur Klemen Tinal sejak memimpin Papua 2013 lalu, sudah memberi perhatian yang tinggi bagi pembinaan iman di Papua, merangkul semua agama dalam semboyan Kasih Menembus Perbedaan. Salah satunya dengan pemberian fresh money kepada seluruh agama,” kata Hery.

Sementara itu Uskup Jayapura Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM menyambut baik rencana Pemerintah Provinsi Papua yang akan mewajibkan seluruh umat di Provinsi Papua untuk berdoa setiap jam 12 siang. Menurut Uskup Leo, hal ini merupakan tradisi tua dalam Gereja Katolik, yang patut dihidupkan kembali.

“Tradisi ini di Katolik sudah sangat tua untuk memperingati peristiwa inkarnasi, Maria diberi kabar oleh malaikat Tuhan. Dulu bukan saja jam 12 siang, malah jam enam pagi dan jam enam sore. Mau sedang masak, kerja, main bola, semua berhenti dulu untuk doa. Jika ini dihidupkan lagi, sangat bagus,” kata Uskup Leo. (Gusty Masan Raya)

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *