Program BANGGA Papua Diluncurkan Karena Kepala Desa Tak Mampu Kelola Dana Prospek

Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH (kanan).

JAYAPURA (PB) – Gubernur Papua Lukas Enembe mengungkapkan pemerintahan yang dipimpinnya menganggap program Prospek atau Respek para kepala desa di wilayahnya tidak mampu mengelola dana tersebut secara baik.

“Dana Rp 100 juta yang kita berikan tidak transparan pengelolaannya. Sehingga lebih bagus kita ambil alih dan kita membuat satu program yakni Bangun Generasi dan Keluarga Papua Sejahtera yang disingkat Bangga Papua,” terangnya kepada pers di Jayapura.

Program BANGGA Papua ini dipandu oleh semua mitra kerja pemerintah provinsi dari Kedutaan Australia. “Mereka mendampingi, sehingga kita akan kasih contoh tiga kabupaten dulu yakni Paniai, Asmat dan Lanny Jaya. Semua anak dalam usia 0 – 4 tahun di tiga kabupaten itu dibiayai oleh Pemerintah Papua termasuk juga orang tua usia 60 tahun ke atas,” terangnya.

Lanjutnya, program ini dibiayai oleh pemerintah dengan menggunakan dana Prospek. “Dengan demikian kalau perjalanannya di tahun 2018 bagus, Akan kita tingkatkan ke kabupaten – kabupaten lain di mana IPM-nya rendah kita akan masuk ke dalam program Bangga Papua,” jelasnya.

Kata Gubernur Lukas, untuk alokasi dana nantinya akan disesuaikan dengan jumlah penduduk saat ini yang sedang dihitung. Program ini yang akan memperolehnya adalah Orang Asli Papua (OAP). Diketahui Program BANGGA Papua akan dimulai pada bulan April 2018 dengan memberikan uang Rp 200 ribu/bulan per anak asli Papua di bawah empat tahun.

Dana bantuan akan ditransfer melalui rekening pribadi ibu rumah tangga di Bank Papua dn didanai oleh Dana Otsus. Program ini mendapat dukungan keahlian oleh Kemitraan Pemerintah Australia – Indonesia melalui program MAHKOTA dan KOMPAK.

Tiga kabupaten percontohan yakni Asmat usia anak di bawah 0 – 4 tahun sebanyak 11.194 anak, Paniai 11.194 dan Lanny Jaya 6.696 anak  dengan total 33.866 orang anak. Sedangkan untuk Lansia 60 tahun keatas, di Kabupaten Asmat berjumlah 2.500 orang, Paniai sebanyak 5.000 orang dan Lanny Jaya 4.800 orang sehingga totalnya 12.300 orang Lansia. (YMF/Ed-Fri)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *