Klemen Tinal: Jangan Bikin Susah Rakyat Dengan Janji-Janji

Klemen Tinal saat bertemu dan berdialog dengan para pedagang Pasar Youtefa, Kota Jayapura.

JAYAPURA (PB)—Calon Wakil Gubernur Papua dari pasangan petahana, Klemen Tinal, SE.MM dalam blusukan bertemu masyarakat di Kota Jayapura ke sejumlah lokasi menegaskan bahwa dirinya dan Lukas Enembe atau akrab dikenal dengan LUKMEN adalah pemimpin yang melayani. Karena itu, sebagai pelayan, mereka lebih berpikir menyangkut pembangunan dan berkaitan langsung dengan kebutuhan hidup masyarakat, bukan hadir memberikan janji yang tidak kunjung terbukti.

“Jangan bikin susah rakyatlah, apa lagi mimpi dan janji, tapi berikanlah apa yang dibutuhkan rakyat, karena itu tidak sulit. Jangan terlalu cerdas dan membuat hal aneh, dan tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat, yang akhirnya mubazir pada hal sudah memakan biaya miliaran,” ujar Klemen Tinal, Jumat (20/04/2018).

Klemen Tinal dan Ibu Yolanda Tinal saat bertemu warga. Kloofkamp

Menurut Klemen Tinal, seorang pemimpin atau calon pemimpin tidak perlu menjanjikan sesuatu kepada masyarakat kalau pada kahirnya tidak terealisasi atau diberikan tetapi tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan rakyat. Dan karena itulah, LUKMEN hadir dan kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua periode 2018-2023 untuk menjawab dan membawa rakyat Papua Bangkit, Mandiri menuju Sejahtera yang Berkeadilan.

“Bukan janji yang kita berikan kepada masyarakat, tetapi kerja nyata dan menjawab apa yang menjadi kebutuhan masyarakat agar masyarakat Papua, Bangkit, Mandiri dan Sejahterah serta Berkeadilan,” teges Klemen.

Klemen Tinal dam Ibu Yolanda Tinal saat menyapa warga dan mendengar aspirasi mereka.

Saat blusukan di Dok IX, Klemen Tinal mengatakan menerima banyak aspirasi yang sederhana namun riil dan masuk akal. Misalnya, warga, meminta agar jembatan tempat tambatan kapal diperbaiki supaya kelompok usaha ikan bisa lebih produktif dan efisien. Termasuk, permintaan pipa air yang dialirkan ke pasar dapat dijalankan agar hasil tangkapan nelayan dapat segar. Ada juga aspirasi terkait perbaikan rumah susun yang sudah delapan tahun tidak pernah mendapat sentuhan pemerintah. Beberapa lantai pasokan listriknya sudah tidak berjalan.

“Semua permintaan itu sederhana dan wajar, yang sebenarnya harus cepat diperhatikan, demikian juga di pasar Youtefa soal pengaturan tata cara penjual dan penanganan banjir. Nah permintaan rakyat ini kan sangat sederhana dan tidak makan biaya banyak, yang seharusnya bisa disikapi cepat, dan ini harus segera dijawab dan dihujudkan,” katanya.

Saatnya Mendengarkan Rakyat
Menurut Klemen, bertemu, bicara dan mendengar langsung keluhan serta permintaan masyakat merupakan salah satu cara agar masyarakat bisa melihat dan mengetahui langsung kapasitas juga kemampuan calon pemimpinnya.

Klemen Tinal berpose dengan sejumlah pedagang Mama-Mama Papua di Pasar Hamadi.

“Harus diakui untuk Kota Jayapura, masyarakatnya majemuk, yang memiliki pemilihnya cerdas, sehingga masyarakat juga ingin tau, kandidatnya seperti apa? Kapasitas, kualitas kandidat, visi misi dan lainnya, dan itulah yang LUKMEN komunikasikan kepada masyarakat di Kota Jayapura,” ujarnya.

Klemen merasa lega sebab blusukan yang dilakukannyamerupakan komunikasi dua arah dan berjalan baik. Tinggal ke depan bagaimana pemerintah menjawab sebagai langkah tindak lanjut.

“Permintaan nelayan di pasar ikan soal jembatan tiang pancang yang terlalu rapat sehingga menghalangi perahu nelayan masuk. Itu hal yang sangat sederhana untuk diatasi. Sebab para nelayan ini tidak minta pemerintah untuk menghentikan pembangunan jembatan, namun hanya meminta jarak untuk para nelayan,” ujarnya.

Kehadiran Klemen Tinal dan Istrinya, Yolanda Tinal mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat termasuk para pedagang di pasar.

Klemen Tinal mengajak para pedagang memilih LUKMEN pada 27 Juni mendatang.

“Calon wakil Gubernur ki datang lihat kita mi, su begitu ibu Wagubnya cantik kita mi kasi tangan salaman langsung ki direspon. Bapak juga ramah sekali kodong, beli jualanku dikasi pula jilbab,” kata Rahima, seorang pedagang sayur di Pasar Hamadi dengan logat Makassar-nya.

Di Hamadi Rawa Satu, tampak Klemen Tinal dan Ibu Yolanda disambut sukacita masyarakat yang diketahui sebagian besar Makassar tersebut. Ibu Yolanda Tinal terlihat berbincang dengan masyarakat menggunakan logat Makassar, sementara Klemen Tinal diminta berfoto selfie oleh sejumlah ibu-ibu yang terlihat bahagia atas kunjungan mereka.
Demikian juga sambutan lainnya saat Klemen dan Istri ke Kloofkamp, lagu kasidah mengiring temu LUKMEN dan masyarakat di kawasan pemukiman padat penduduk tersebut.

“Saya sangat bersyukur, ternyata LUKMEN masih sangat dipercaya masyarakat, kita bisa lihat sendiri betapa antusiasnya masyarakat di Kota Jayapura ini saat kami datang, dan ini bukan direncanakan atau settingan, ini murni bahka masyarakat masih sangat menginginkan LUKMEN,” kata Yolanda Tinal singkat. (Stysan/Humas KPB II)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *