LUKMEN Buat Sejarah Jadi Kepala Daerah Dua Periode di Papua

Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP.MH dan Klemen Tinal, SE.MM usai dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara, Rabu (05/09/2018)

JAKARTA (PB)—Rabu, 5 September 2018 menjadi sejarah yang tak bisa dilupakan rakyat Papua. Di Istana Negara, Jakarta, Presiden RI Ir. Joko Widodo atau akrab dikenal Jokowi melantik Lukas Enembe, SIP.MH dan Klemen Tinal, SE.MM (LUKMEN) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua periode 2018-2023. Dalam catatan politik di Papua, baru pasangan LUKMEN yang menjadi pemimpin hasil pilihan rakyat langsung pertama di Papua yang menjabat dua periode berturut-turut.

Pelantikan tersebut bersamaan dengan 8 Gubernur dan Wakil Gubernur lainnya di Indonesia hasil Pilkada Serentak IIII, 27 Juni 2018 silam. Ada Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dan wakilnya Sudirman Sulaiman, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan wakilnya Musa Rajekshah, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi dan wakilnya Lukman Abunawas, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan wakilnya Taj Yasin Maimoen, Gubernur Bali I Wayan Koster dan wakilnya Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dan wakilnya Ria Norsan, Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat dan wakilnya Josef Nae Soi, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan wakilnya Uu Ruzhanul Ulum

Presiden Jokowi memimpin rombongan para kepala daerah yang siap dilantiknya di Istana Negara.

Acara pelantikan didahului dengan prosesi penyerahan petikan Keputusan Presiden di Istana Negara. Setelah itu, Presiden Jokowi, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bersama 9 Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih diarak berjalan menuju Istana Negara. Mereka diiringi dengan pasukan Paspampres pada bagian belakang.

Setibanya di Istana Negara pukul 10.05 WIB, prosesi pelantikan dimulai. Pelantikan diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden. Prosesi pelantikan dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan oleh rohaniwan dan dipandu langsung oleh Presiden Jokowi.

Acara kemudian dilanjutkan kembali dengan penandatanganan berita acara pelantikan serta penyematan tanda pangkat dan jabatan oleh 9 Gubernur dan Wakil Gubernur. Setelah itu, Presiden Jokowi dan para tamu undangan memberikan selamat kepada para Gubernur dan Wakil Gubernur.

Para kelapa daerah saat dilantik Presiden Jokowi.

Kepada wartawan usai pelantikan, Gubernur Lukas Enembe menyampaikan terima kasih karena pada saat ini pemerintah pusat di kepemimpinan Presiden Joko Widodo sudah resmi melantik dirinya dan Klemen Tinal untuk kembali memimpin Provinsi.

“Ya tentu sejarah baru, dimana ini merupakan periode kedua bagi kami untuk memimpin Provinsi Papua. Kami mohon dukungan Pemerintah Pusat dan seluruh rakyat Papua agar bisa jalankan amanah ini dengan baik,” kata Lukas.

Menurut Lukas, satu program yang akan dilanjutkan pada periode kedua kepemimpinannya adalah pemberian beasiswa bagi anak-anak asli Papua. Lukas mengakui, pendidikan di Provinsi Papua masih tertinggal jauh dari daerah lain di Indonesia. Ia dan Klemen Tinal juga akan prioritas meningkatkan mutu pendidikan, terutama bagi daerah-daerah yang selama  ini masih rendah.

Gubernur Lukas Enembe ketika diambil sumpah jabatannya pada acara pelantikan di Istana Negara.

“Demikian juga indeks pembangunan di Papua jauh dari harapan saat ini dimana angka kemiskinan juga masih tinggi sekali. Kita akan terus tingkatkan,” ujar Gubernur Lukas kepada wartawan.

Selain masalah pendidikan, Lukas menambahkan, peningkatan pembangunan infrastuktur juga turut menjadi perhatiannya. Sebab sejauh ini infrastuktur di Papua masih banyak tertinggal dan masih butuh banyak anggaran. Salah satunya pembangunan jalan trans Papua yang menghubungkan Jayapura-Wamena yang dibangun oleh pemerintah pusat dengan menggunakan dana APBN.

“Tetapi saat ini jalan tersebut belum difungsikan dengan baik. Harapannya orang Papua bisa akses atau mengunakan jalan trans tersebut,” ucapnya. (Gusty Masan Raya/RM/Dbs)

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *