Sekitar 40 % Orang Tua di Karubaga Tolikara Tolak Vaksin MRP

Dokter Herdika Pareang dari Puskesmas Karubaga, ketika bertanya kepada salah seorang anak SD YPPGI Karubaga yang menolak diberi vaksin MRP, Senin (10/9).

KARUBAGA (PB)—Capaian pemberian vaksin Measles, Rubella dan Polio (MRP) di Kabupaten Tolikara hingga pertengahan September terbilang masih rendah. Data per 3 September, capaian imunisasi MRP di Tolikara baru 11,6 % dan berada di urutan keempat terendah se-Provinsi Papua. Salah satu kendala, sejumlah orang tua dan guru melarang pemberian vaksin tersebut bagi anak-anak akibat takut insiden yang menimpa salah satu siswa penderita epilepsi di Distrik Kurulu, Jayawijaya terulang.

Dinas Kesehatan Tolikara melalui Puskesmas memang Karubaga  telah   menggenjot kegiatan imunisasi MRP ini, dimana petugas dengan sistem jemput bola turun langsung ke PAUD dan SD.

Dokter Herdika Pareang dari Puskesmas Karubaga, ketika turun langsung ke lapangan untuk memberikan vaksin MRP kepada anak-anak SD YPPGI Karubaga di Jalan Anggrek Hitam Karubaga, Senin (10/09) menjelaskan bahwa program imunisasi MRP ini sangat baik demi menjaga  kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut yang biasa menyerang anak-anak mulai  dari usia 9-15 tahun,

“Sayangnya, kendala yang kami temui di kota Karubaga selama turun lapangan dan melakukan imunisasi, kami bisa menyebut seiktar 40 % orang tua dari anak-anak itu menolak untuk divaksin. Banyak anak murid yang tidak bersedia untuk diimunisasi, ketika kami tanya, mereka mengatakan kalau orang tuanya tidak memberikan ijin untuk disuntik karena takut akibat fatal seperti  cacat atau sakit  lainnya,” ujar dr. Herdika.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas kesehatan Tolikara Constan Jikwa ketika dikonfirmasi per telpon Senin malam (10/09) menjelaskan pihaknya telah melakukan sosialisasi dengan baik. Namun beberapa waktu lalu ketika terjadi insiden pemberian vaksin yang dilakukan pada anak epilepsi di Distrik Kurulu, Jayawijaya mengakibatkan anak itu cacat dan didengar oleh mereka sehingga ada penolakan dari para guru dan orang tua.

“Kami sudah melakukan sosialisasi dan sedang terus melakukan kampanye sosialissai dari  distrik ke distrik dan terutama di dalam kota karubaga. Tetapi pemahaman orang tua dan guru ini melihat kejadian yang lalu tentang pemberian vaksin terhadap anak yang epilepsi di Kurulu membuat banyak yang menolak,” ujar Konstan.

Salah seorang siswa SD YPPGI Karubaga tengah menerima vaksin MRP dari dr. Herdika.

Sementara itu Wakil Kepala Sekolah SD YPPGI Karubaga, Kristian Adi ketika dikonfirmasi mengatakan jumlah anak yang menerima vaksin MRP di sekolahnya telah mencapai sekitar 60 % telah. Ia mengaku pihak sekolah telah memberikan sosialisasi namun banyak juga dari anak anak murid yang menolak  untuk disuntik vaksin karena dilarang oleh orang tua mereka.

“Kami dari sekolah  beberapa hari sebelum petugas kesehatan dari puskesmas datang kami sudah memberikan  informasi dan pengarahan kepada  murid kami, namun  semestinya sosialisasi ini harus lebih aktif dari dinas terkait sehingga  ada pemahaman yang baik dari orang tua. Untuk murid kami khusus di SD YPGI  bisa di katakan 60% sudahterima imunisasi itu, mereka sangat antusias. Apalagi ini program yang bagus,” tutup Adi. (Gusty/Kominfo Tolikara)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *