Bupati Usman: Program KB di Tolikara Bukan Batasi Jumlah Anak

Suasana kegiatan operasional Balai Penyuluh Keluarga Berencana Tahun 2018 yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tolikara di Aula GIDI Karubaga Kamis (02/11/2018).

KARAUBAGA (PB)—Bupati Tolikara, Usman G. Wanimbo, SE.M.Si menegaskan program Keluarga Berencana (KB) yang hadir di Tolikara bukan bertujuan membatasi jumlah anak, melainkan mengatur jarak kelahiran demi menciptakan keluarga yang sejahtera melalui perencanaan yang matang.

Hal tersebut disampaikan Bupati Usman dalam sambutannya saat membuka kegiatan operasional Balai Penyuluh Keluarga Berencana Tahun 2018 yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tolikara di Aula GIDI Karubaga Kamis (02/11/2018).

Menurut Usman, program KB sudah mengalami era yang berbeda dimana tidak lagi membicarakan program dua (2) anak cukup  melainkan melahirkan dan menciptakan keluarga yang berkualitas.

“Program KB adalah unggulan guna menciptakan keluarga berkualitas, bukan untuk membatasi pertumbuhan orang asli papua,” tegas Usman sebagaimana press release yang diterima Papuabangkit.com.

Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, SE.M.Si saat menyampaikan sambutannya.

Usman juga menjelaskan, untuk mewujudkan Keluarga Sejahtera di Tolikara tentu membutuhkan kerja keras, selain dari pemangku kepentingan juga dari dalam keluarga sendiri. Usman juga menapresiasi Perwakilan BKKBN Provinsi Papua yang sedang mengupayakan keluarga sejahtera itu dengan mengelontarkan berbagai program, salah satunya kegiatan operasional balai penyuluh keluarga berencana.

“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dan lebih khusus tenaga pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) untuk berkomitmen dalam mendukung pelaksanaan program kependududkan keluarga berencana pembangunan keluarga” di dalam masing-masing Desa,” katanya.

Bupati Usman berharap pelatihan yang digelar dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam upaya pelaksanaan kegiatan-kegiatan strategis pengendalian penduduk KB, pemberdayaan perempuan dan perlidungan anak yang berada di lini depan.

“Untuk mencapai ini tentu sangat memerlukan dukungan dari kita semua, dan kerjasama dengan mitra kerja,” kata Usman. (Gusty Masan Raya/Diskominfo Tolikara)

 

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *