BKKBN Papua Siap Jadikan Binyeri Sebagai Kampung Wisata

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Sarles Brabar, SE.M.Si saat berada di depan Balai Kampung Binyeri, Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor pada kegiatan 2017 lalu.

JAYAPURA (PB.COM)— Perwakilan BKKBN Provinsi Papua berencana akan menjadikan Kampung Binyeri, di Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor sebagai kampung Keluarga Berencana (KB) percontohan nasional  sekaligus kampung wisata.

“Tahun ini kami dari BKKBN Provinsi Papua akan membangun gapura di Kampung Binyeri dan masukkan semua ikon-ikon dari semua OPD terkait yang terlibat di kampung KB itu sebagai satu tujuan wisata sehingga semua kepala kampung di Biak Numfor maupun Papua secara umum, bisa datang belajar di sana. Sebab semua program teritegrasi, termasuk pemanfaatan dana desa,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Sarles Brabar, SE.M.Si kepada Papua Bangkit, Kamis (17/01/2019).

Kampung Binyeri terletak sekitar 23 KM arah Barat Kota Biak. Kampung yang memiliki jumlah penduduk 426 jiwa dengan 98 Kepala Keluarga adalah kampung nelayan yang paling banyak menyuplai ikan ke Pasar Biak. Sejak 28 Agustus 2017, kampung ini dicanangkan menjadi Kampung KB oleh Kepala BKKBN Pusat Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH.PH.d dan Bupati Biak Numfor Thomas E. Ondi, SE.MM.

Menurut Sarles, terpilihanya Binyeri menjadi kampung KB Percontohan tingkat Nasional karena di kampung ini, sejumlah Organsisasi Perangkat Daerah (OPD) di Biak Numfor seperti Dinas Perikanan, Dinas Pariwisata, dan  Dinas Pertambangan dan Mineral secara bersama-sama mengambil bagian dalam program secara integrasi di kampung itu.

Rombongan BKKBN berpose bersama di depan Prasasti Pencanangan Kampung KB di Binyeri.

“Ini yang kita harapkan bahwa kami dari BKKBN membuka jalan, lalu tinggal OPD lain datang bersama-sama melihat potensi dan kebutuhan masyarakat di kampung itu dan lakukan peran mereka sesuai tupoksi. Misalnya Dinas Perikanan bantu apa, Pariwisata bantu apa, jadi bukan melulu soal KB,” tegas Brabar.

Kepala Kampung Binyeri, Yakob Binwasef mengatakan sejumlah OPD yang sudah datang memberikan bantuan di Kampung Binyeri antara lain Dinas Perikanan Biak Numfor yang telah menyerahkan 40 unit freezer atau pendingin dan 40 coolbox pada tahun 2017 sebagai tempat penyimpanan ikan hasil tangkapan warga. Selain itu, saat ini bantuan motor tempel dan fiber bagi nelayan di kampung itu juga sedang dalam proses pelelangan di dinas terkait.

“Kemudian Dinas Pariwisata Biak Numfor juga membantu kami dalam bina wisata kampung. Lalu perumahan stimulan sebanyak 35 unit dari Kementerian PUPR juga sedang dibangun, dan Dinas Pertambangan dan Mineral yang siap mengebor air minum. Yang sedang mempersiakan diri untuk masuk ke kampung kami adalah dari BUMN yaitu Pertamina untuk datang merenovasi gedung sekolah SMA Negeri Samber dan SD YPK Baitel Samber. Untuk kesehatan, perkembangan jarak anak tiap keluarga rata-rata sudah 2 tahun,” kata Binwasef.

 Turut Berduka Kehilangan Ibu Evi

Kabupaten Biak Numfor memang menjadi salah satu kabupaten yang berhasil dalam program pembangunan Keluarga Berencana (KB) di Provinsi Papua. Di balik suksesnya, adalah sosok Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Biak Numfor Evi L. Fakdawer, S.Pd.MM, yang pada 1 Januari 2019, meninggal di RSUD Biak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Biak Numfor, Alm. Evi L. Fakdawer, S.Pd.MM

“Saya sangat merasa kehilangan. Atas nama pimpinan dan seluruh jajaran Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Ibu Evi adalah sosok putri Papua yang luar biasa, yang konsen dan kerja keras untuk pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan KB sehinggga Biak ada bukti-bukti kerja, hanya dalam tempo dua tahun kepemimpinannya,” kata Sarles.

Sarles berharap, pengganti alm. Ibu Evi ke depan dapat melanjutkan kinerja almarhum yang sudah sangat bagus dengan tetap mempertahankan semangat membangun kolaborasi, sinergitas dan integrasi program antara KB dengan sektor-sektor terkait dengan kehidupan masyarakat. (Gusty Masan Raya)

 

 

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *