Stanis Hike: “Saya Terpanggil Ikut Mendorong Perubahan di Kota Jayapura”

 

Stanis Hike, SH

SOSOKNYA sederhana, kalem, dan ramah. Orang lebih mengenalnya dengan Stanis Dosinaen. Setelah 33 tahun mengabdi jadi PNS di Kantor Badan Diklat Provinsi Papua, ia menyatakan diri maju menjadi calon anggota DPRD Kota Jayapura pada Pemilihan Legislatif 2019.

 Selepas mengakhiri karir 33 tahun sebagai PNS, saya benar-benar tertarik dengan dunia politik. Karena politik memungkinkan keterlibatan saya untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat,” ujar Stanis kepada Papua Bangkit saat ditemui di rumahnya di Gang Matoa I, C.67 Perumnas 2 Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, akhir Januari 2019.

Stanis Dosinaen adalah sosok tak asing di lingkungan birokrasi Provinsi Papua. Lelaki kelahiran Nihaone-Pulau Adonara, Flores Timur, 15 November 1959 ini terhitung sejak November 1985 mengabdikan diri sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di APDN Yoka. Sebagai perantau, Stanis yang lulus SMA PGRI, tak langsung bekerja menjadi PNS. Selama setahun lebih, ia pernah menjadi buruh bangunan bersama sejumlah kerabat tukang batu yang mengerjakan proyek di Kota Jayapura

Sosoknya yang ramah, low profile dan pekerja keras melekat dalam diri Stanis. Selama di birokrasi, orang mengenalnya sebagai pribadi yang jujur dan berintegritas. Setelah 7 tahun mengabdi di APDN Yoka,  tahun 1992, Stanis kemudian pindah ke Badan Diklat Provinsi Papua, atau yang kini dikenal dengan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Papua (BPSDM) Provinsi Papua hingga pensiun pada tahun 2017.

Tiga puluh tiga tahun mengabdi menjadi PNS, Stanis tak banyak menuntut jabatan dan pangkat. Sekalipun, di saat jelang pensiunnya di tahun 2016, sahabat karibnya Alm. Drs. Celsius Watae, mantan Bupati Keerom sempat memintanya untuk mengikuti lelang jabatan guna mengisi salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Keerom. Namun Stanis menolak karena ingin memberi kesempatan kepada yang lebih muda untuk berkarya.

“Bagi saya, jabatan di birokrasi itu amanah. Dan saya terima pun harus dengan penuh tanggung jawab untuk lakukan. Sudah 33 tahun saya jadi PNS, saya utamakan disiplin, kerja jujur dan hidup sederhana. Saya sangat menikmati itu dan bahagia dengan keluarga saya,” kata suami dari Ibu Clara Setiani.

Stanis bersama isti dan anaknya.

Stanis dan Clara dikarunia tiga anak yakni Antonius S.W. Dosinaen, Agatha Resta I.P. Dosinaen, dan Alexander Putra A.K. Dosinaen. Mereka adalah keluarga Katolik yang taat. Selama di Kota Jayapura, sejak muda, Stanis memang sudah aktif di kegiatan Mudika (Muda Mudi Katolik) atau kini dikenal dengan OMK (Orang Muda Katolik) di Paroki Gembala Baik Abepura hingga Paroki Kristus Terang Dunia Waena.

Tercatat, sepanjang 1999-2002, Stanis menjadi anggota Seksi Usaha Dana Dewan Stasi Gereja Katolik Kristus Terang Dunia Waena, Sekretaris Dewan Wilayah Gereja Katolik Kristus Terang Dunia Waena (2005-2008),                  Seksi Sosial Dewan Paroki Kristus Terang Dunia Waena (2008-2011), Ketua II Dewan Paroki Kristus Terang Dunia Waena (2011-2014), dan  Sekretaris Panitia Pembangunan Aula Paroki Kristus Terang Dunia Waena (2009-2015).

Stanis dan ibu bersama Pastor Paroki Kristus Terang Dunia Waena dan Pengurus DPP Paroki.

“Kami terbilang ikut merintis Gereja Katolik Waena dari awal, hingga jadi paroki. Jadi selain mengabdi dipemerintahan, mengabdi untuk Gereja dan Tuhan juga kami lakukan agar seimbang antara yang jasmani dan rohani,” tutur lulusan Universitas Cenderawasih ini.

Sebagai salah satu sesepuh masyarakat NTT di Kota Jayapura, rumah Stanis yang terletak di Gang Matoa I, C.67 Perumnas 2 Waena adalah rumah bagi semua orang yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) atau akrab dikenal Flobamora. Sejak 2011 hingga sekarang, Stanis  tercatat sebagai Ketua Tungku Flores Timur-Flobamora di Kabupaten/Kota Jayapura dan Pengurus Paguyuban Flobamora Provinsi Papua.

Kedekatan emosional dengan masyarakat seasalnya jugalah yang membuat ia memutuskan terjun ke dunia politik dan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kota Jayapura. Sebab ia mencermati, kendati ribuan masyarakat NTT kini berdomisili di Kota Jayapura, saat ini tak ada satupun anggota Dewan yang berasal dari NTT.

Stanis bersama pengurus Pengurus Flobamora Provinsi Papua.

“Dari Makassar, Toraja, Manado, Maluku, Jawa, Batak  sudah ada semua, kita NTT yang belum. Mula-mula Paguyuban atau komunitas Flores Timur, Lembata dan Flobamora yang dorong saya agar saya harus maju. Setelah saya berpikir dan berdiskusi, akhirnya keputusan bulat untuk maju dan saya pilih Partai NasDem,” kata Stanis.

 

Komitmen Kerja Untuk Perubahan

Menurut Stanis, politik bukan hal yang kotor sebagaimana stigma sebagian kalangan. Politik, baginya, bernilai luhur dan mulia karena ia adalah sarana mewujudkan kesejahteraan dan kebaikan bersama (bonum commune).

“Oleh kerena itu, saya berinisiatif bersama Partai Nasional Demokrat (NasDem) untuk turut andil dalam pemilu 2019 nanti, dengan mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Kota Jayapura dari Dapil III Distrik Heram dan Muara Tami. Saya ada di nomor urutan 3,” ujar mantan Kabid Kepamongprajaan, Kepemimpinan dan Prajabatan pada BPSDM Provinsi Papua ini.

Stanis bersama Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Papua, Mathius Awoitauw dan sejumlah pengurus.

Di Partai NasDem, Stanis merasa menemukan wadah berpolitik yang ia dambakan. Sebab ia menilai, partai besutan Surya Paloh ini memiliki komitmen yang kuat untuk memprakarsai gerakan perubahan bagi Indonesia, menjunjung tinggi kebhinekaan, memperjuangkan sistem demokrasi yang bersih serta mendorong tata kelola pemerintahan yang semakin baik, dengan keberpihakan yang semakin dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Namun, sebagai orang yang baru terjun di dunia politik, Stanis tak ingin memberi janji-janji bagi rakyat Kota Jayapura, terutama di daerah pemilihan. Tetapi ia memiliki komitmen kuat untuk mendorong dan mengawal pembangunan di sejumlah sektor kehidupan di Kota Jayapura yang mendesak untuk harus segera dilakukan.

“Saya rumuskan ada lima komitmen yang akan saya dorong di DPRD Kota Jayapura, jika terpilih kelak. Semua itu dalam pandangan saya adalah hal-hal urgen yang harus menjadi perhatian Dewan dan Pemerintah Kota Jayapura,” katanya.

Pertama, Mendorong Kerjasama Lintas Sektor, Baik Pemerintah, Adat, Agama, Aparat Keamanan dan Paguyuban-Paguyuban Untuk Mengambil Peran Menciptakan Kota Jayapura Sebagai Kota Yang Nyaman Dihuni Dengan Mendukung Penghentian Peredaran Minuman Keras (Miras) dan Narkoba, Pembongkaran Pratik Prostitusi Terselubung di Kos-kosan Yang Meresahkan Warga, dan Menekan Kriminalitas (Pencurian/Penjambretan) Yang Kian Tinggi di Kota Jayapura.

Kedua, Mendorong terciptanya wilayah Kota Jayapura sebagai wilayah bebas banjir dengan membangun partisipasi aktif masyarakat menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya, kebersihan drainase, dan melakukan penanaman pohon kembali di hutan yang gundul (reboisasi) untuk menjaga debet air minum yang kian hari kian berkurang.

Ketiga, Mendorong dinas terkait dan bersama-sama melakukan pendataan anak-anak putus sekolah di Distrik Heram dan Muara Tami untuk kembali bersekolah dan atau memberi mereka pelatihan ketrampilan kerja bersama-sama angkatan kerja.

Keempat, Mendorong pembangunan kesehatan di Kota Jayapura dengan mengawal percepatan pembangunan Rumah Sakit Type C Kota Jayapura di Distrik Muara Tami guna melayani pasien di wilayah itu dan meminta dinas terkait memperhatikan sejumlah penyakit yang mematikan di Kota Jayapura seperti HIV-AIDS, malaria, TBC, dan kusta.

Kelima, Mendorong pembangunan infrastruktur pariwisata dalam rangka menyambut PON XX Tahun 2020 di Papua dengan membenahi tempat-tempat wisata yang belum layak dan kurang fasilitas penunjang, serta pengelolaan geowisata perbatasan.

Peluang Stanis untuk lolos sangat besar. Basis massa pemilih digarapnya dengan tekun. Tim pemenangan dan relawan sedang bekerja keras meraih simpati dan dukungan. Tetapi Stanis tak besar kepala. Baginya, semua atas restu dan kehendak Tuhan.

“Apabila saya terpilih menjadi anggota DPRD Kota Jayapura, saya akan terus  berkoordinasi dan bekerjasama dengan anggota DPRD Kota lainnya, terutama yang berasal dari Partai NasDem, untuk menyukseskan rencana dan program besar Partai NasDem di Kota Jayapura dalam semangat restorasi untuk kesejahteraan seluruh warga Kota Jayapura. Kita rumuskan regulasi-regulasi sebagai pedoman hidup bersama dalam semangat toleransi baik antar umat beragama, antar suku dan antar golongan agar rasa keamanan dan kenyamanan serta ketertiban hidup bersama sebagai satu keluarga besar Kota Jayapura semakin dirasakan,” kata Stanis. (Gusty Masan Raya)

 

 

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *