Perwakilan BKKBN Papua Gelar Rapat Kerja Daerah di Biak Numfor

Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, selaku Pembina Wilayah, Dr. Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc, Dip.Com, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Charles Brabar, SE.M.Si dan Sekda Biak Numfor, Markus O. Mansnembra, saat pembukaan Rakerda BKKBN, Senin (8/4/) di Biak Numfor.

BIAK (PB) – Perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Biak Numfor, Senin (8/4) hingga Selasa besok, diikuti OPD Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana kota/kabupaten se-Provinsi Papua.

Hadir dalam Rakerja, Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, selaku Pembina Wilayah, Dr. Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc, Dip.Com, Sekda Kabupaten Biak Numfor Markus O. Mansnembra, tamu undangan dan para peserta dari kabupaten/kota. Acara diawali dengan tarian dan mansorandak (tradisi injak piring) dari muda-mudi Biak kepada Dwi Listyawardani dari BKKBN RI, yang baru tiba dari Jakarta, pagi tadi.

Tarian dari muda-mudi Biak, pada pembukaan Rakerda Perwakilan BKKBN Provinsi Papua.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Charles Brabar, SE.M.Si, pada pembukaan Rakerda mengatakan, peserta Rakerda pada pembukaan acara 150 orang, peserta aktif 139 orang, dari BKKBN Provinsi 46 orang, OPD kabupaten/kota 29 orang,  PLKB 13 orang, kepala kampung dua orang, OPD Kabupaten Biak Numfor 37 orang, mitra kerja 25 orang.

Brabar menjelaskan, momen Rakerda ini berharga karena menjadi peluang dan kesempatan untuk semua peserta dari kabupaten/kota bisa melihat kondisi kearifan lokal di Biak Numfor, dan berkunjung ke kampung KB percontohan, Kampung Binyeri yang juga sebagai tujuan wisata dan kuliner yaitu makan ikan.

Dengan tema, “Melalui Rakerda BKKBN, Kita Mantapkan Sinergitas Implementasi Program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Dalam Mewujudkan Keluarga Berkualitas di Provinsi Papua”, kata Brabar,  semua peserta dapat mengikuti kegiatan ini dan belajar, kemudian mengimplementasikan di wilayah masing-masing.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Charles Brabar, SE.M.Si memberikan sambutan pada pembukaan Rakerda.

Sementara itu, Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, selaku Pembina Wilayah BKKBN RI, Dr. Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc, Dip.Com, menjelaskan, penurunan angka kelahiran total telah merekayasa struktur umur penduduk untuk menciptakan peluang terjadinya bonus demografi yang dimulai sejak tahun 2012. Bonus demografi ini ditandai dengan rasio ketergantungan di bawah per 100 penduduk usia produktif.

Ia mengemukakan, sejak 1.000 hari pertama kehidupan, usia remaja, dewasa dan berkeluarga hingga lansia, BKKBN memiliki pengalaman dan program aksi di setiap tahapan kehidupan tersebut dan dilayani melalui aktifitas kelompok kegiatan yang terintegrasi dengan gerakan pembangunan lainnya.

Kelompok kegiatan tersebut disesuaikan dengan siklus kehidupan yaitu kelompok bina keluarga balita (BKB), kelompok bina keluarga remaja (BKR), pusat informasi dan konseling remaja (PIK-R) kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS), kelompok bina keluarga lansia (BKL), serta pusat pelayanan keluarga sejahtera (PPKS) yang sudah ditetapkan menjadi salah satu layanan public terintegrasi sampai dengan tingkat kecamatan, desa, serta kelurahan.

Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 Januari 2016, kini telah terbentuk sebanyak 14.098 kampung KB yang tersebar di seluruh Indonesia. Di Provinsi Papua telah berjumlah 427 kampung KB, yang bersumber dari dana APBN.

Kegiatan di kampung KB dititikberatkan pada pelayanan dasar dan pemberdayaan keluarga bersama sector terkait melalui sumber pendanaan yang beragam. Inovasi dan gerakan kampung KB merupakan langkah konkrit BKKBN dalam upaya mempercepat capaian program KKBVPK di daerah tertentu yang masih tertinggal dibanding dengan daerah lainnya.

Di samping itu juga diharapkan mampu membantu mengurangi angka kemiskinan dan penanggulangan gizi buruk melalui pendekatan keluarga. Kemiskinan dapat diputus melalui perencanaan kehidupan keluarga.

Pemberian penghargaan kepada beberapa kabupaten atas partisipasi dan dukungannya dalam pengelolaan program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Sekda Kabupaten Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, mewakili Gubernur Papua Lukas Enembe, memberikan apresiasi kepada BKKBN yang setiap tahun semakin menunjukkan keberhasilan dalam mewujudkan program keluarga berkualitas untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak, terutama derajat kesehatan orang asli Papua (OAP).

Dari tahun ke tahun, angka kematian ibu dan bayi mengalami penurunan yang sangat signifikan. Angka kematian bayi saat ini 15/1.000 anak.

Usai acara pembukaan, dilanjutkan dengan materi-materi yang diterima peserta, diselingi sesi tanya jawab dengan pemateri. Perwakilan BKKBN Provinsi Papua juga memberikan penghargaan kepada beberapa kabupaten atas partisipasi dan dukungannya dalam pengelolaan program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). (Frida)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *