Papua Akan Tampil pada Festival Foklore di Mesir

Ketua Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji foto bersama Ketua KSBN Provinsi Papua, Klemen Tinal, SE.MM dan pengurus KSBN.

JAYAPURA (PB.COM) – Ketua Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji mengatakan, tahun 2019 Papua mendapat jadwal lawatan ke Mesir untuk berinteraksi dengan masyarakat Internasional pada acara Foklore festival di Kota Cairo. Ia berharap, Papua dapat tampil prima dan dikenal prestasinya di dunia internasional.

Hal ini dikemukakan Hendardji saat melantik dan mengukuhkan pengurus KSBN Provinsi Papua periode 2019-2024 di salah satu hotel di Kota Jayapura, Kamis, 9 Mei 2019. Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal didaulat sebagai ketua umum.

Pelantikan dan pengukuhkan dihadiri oleh Kapolda Papual, Pangdam XVII Cenderawasih, Kepala OPD di lingkup Pemerintah Provinsi Papua, pelaku seni budaya dan tamu undangan lainnya.

Ketua Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji melantik dan mengukuhkan pengurus KSBN Provinsi Papua periode 2019-2024 di salah satu hotel di Kota Jayapura, Kamis, 9 Mei 2019. Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal didaulat sebagai ketua umum.

Hendardji mengatakan, dalam rangka meningkatkan daya saing global di kancah internasional maka KSBN melalui Gubernur, Bupati dan walikota se-Papua, berharap agar nilai-nilai tradisi yang hidup di bumi cenderawasih terus tumbuh dan berkembang memaknai kehidupan di Papua, sebagai bagian dari jati bangsa yang sesuai dengan UU Nomor 5 tahun 2017.

Selain itu, dirinya berharap melalui pelantikan KSBN Provinsi Papua, secepatnya membentuk KSBN Kabupaten/Kota karena basis budaya ada pada kabupaten/kota agar KSBN kabupaten/kota dapat memberikan andil membantu pemerintah dalam merumuskan pokok-pokok pikiran dalam kemajuan kebudayaan di Papua.

Ketua KSBN Papua, Klemen Tinal, mengatakan, seni budaya adalah hal yang luar biasa bagi orang Papua, sehingga kami merasa terpanggil secara moral untuk bagaimana bisa mengkapitalisasi semua seni dan budaya yang ada di bumi cenderawasih.

Ketua KSBN Papua, Klemen Tinal saat memberikan sambutan.

“Papua begitu luar biasa untuk Indonesia, kalau kita lihat dari sabang sampai merauke, Papua ini sukunya ratusan lebih dengan bahasa yang berbeda-beda,” ujar Klemen Tinal dalam sambutannya.

Untuk mengangkat seni budaya Papua, katanya,  KSBN Papua akan melakukan kerjasama dengan semua staheholder untuk memperkenalkan seni budaya Papua. “Kita akan libatkan semua pihak termasuk kerukunan-kerukunan nusantara yang ada di Papua untuk bagaimana mengangkat seni budaya kita,” ujarnya.

Klemen mengaku, SKBN Papua juga akan mewakili Indonesia untuk tampil di salah satu kegiatan seni budaya di Mesir dalam waktu dekat. “kami Papua siap mewakili Indonesia ke Mesir dan Belanda, kami akan koordinasi dengan DPP KSBN di Jakarta,” kata Klemen Tinal yang juga selaku Wakil Gubernur Papua itu.

Di sisi lain, pihaknya akan menyediakan satu lokasi di holtekamp, Kota Jayapura untuk anak-anak muda Papua menampilkan bakat seni budayanya.  “Lokasi sudah ada di Holtekamp, nanti kita menata tempatnya  yang baik dan anak-anak muda Papua bisa menampilkan kreasi seninya,” ucapnya.

Lanjutnya, program kerja ke depan,  KSBN akan melakukan festival budaya di lima wilayah ada di Provinsi Papua. Dengan demikian, anak-anak muda Papua bisa memahami dan mengerti tentang seni budaya di masing-masing wilayah adatnya.

“kita akan keliling lima wilayah adat dan melaksanakan festival budaya, agar anak-anak muda bisa mengerti dan pahami seni budayanya. Lanjutnya, karena hanya melalui seni budaya, kita bisa kita mengangkat jati diri orang Papua, kami mohon dukungan dan doa dari semua stakeholder yang ada di Papua, agar program kita bisa terwujud ke depan,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Papua dalam sambutan yang disampaikan staf ahli Gubernur, mengapresiasi terbentuknya Komite Seni Budaya Nusantara di Papua. Karena KSBN ini bisa menjadi tempat berkumpul dan berdiskusi tentang perkembangan seni budaya nusantara, lebih khusus seni budaya Papua.

Berdasarkan undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang memajukan kebudayaan telah dicanangkan sejak tahun 2018 lalu, dan perlu mendapat perhatian dari semua elemen masyarakat.  Oleh karena itu, Gubernur mengimbau pada semua komponen masyarakat, agar ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan organisasi seni dan budaya, karena lewat pagelaran seni budaya dapat mengangkat jati diri orang Papua di dunia Internasional yang selalu mendapat perhatian dunia luar. (Gusti Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *