Pemprov Papua Jamin Kelancaran Transportasi Mudik Lebaran 2019

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Reky D Ambrauw.

JAYAPURA (PB.COM) – Pemerintah Provinsi Papua menjamin kelancaran transportasi mudik lebaran 2019 di seluruh wilayah Papua.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Reky D Ambrauw di Jayapura, Rabu (29/5) mengatakan, untuk pelayanan perhubungan bidang darat, laut, dan udara dalam rangka mudik lebaran tahun ini, pihaknya telah menggelar rapat bersama operator penerbangan, pelni dan pihak Damri.

“Dari rapat tersebut kita telah mendengarkan bagaimana kesiapan operator penerbangan, juga Pelni dan pihak Damri dalam rangka pelayanan transportasi mudik lebaran. Dan kita bisa pastikan semuanya telah siap,” ungkap Reky.

Persoalan tarif tiket yang berlaku saat ini, menurut Reky, berdasarkan penjelasan dari seluruh operator penerbangan baik Garuda, Lion, Sriwijaya, City Link, dan Trigana, mereka tetap mengacu pada PMK 109 tahun 2019, Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) yang mana penurunan harga tiket 15 persen dari harga ambang atas.

“Seperti tiket Jayapura – Jakarta itu untuk kelas Ekonomi sebelumnya Rp 6,3 juta, kalau dipotong 15 persen yah berkisar 5 jutaan. Itu berlaku 15 persen untuk semua operator penerbangan. “Jadi tidak ada istilahnya ada kenaikan di luar dari itu, jadi tetap mengacu pada peraturan,” terangnya.

Sementara dilihat dari kesiapan armada, aku Reky, cukup siap. “Kalau dilihat dari jadwal penerbangan selama ini dilayani beberapa armada baik penerbangan langsung maupun transit di sejumlah kota. Semuanya masih wajar, tidak perlu ada penambahan armada. Sehingga kami sangat yakin bisa melayani konsumen yang hendak mudik menggunakan pesawat udara,” jelasnya.

Transportasi Laut

Sementara itu untuk pelayanan transportasi laut, Pelni telah menyediakan enam kapal putih  antara lain, KM Labobar, Sinabung, Tidar, Ciremai, Gunung Dempo dan empat kapal perintis yang akan melayani masyarakat ke sejumlah kota di Papua dan luar Papua.

“Untuk laut ada enam armada (kapal putih) yang melayani sejak  21 Mei hingga terakhir 28 Mei lalu. Dimana tercatat jumlah penumpang berkisar 11 ribu penumpang yang keluar dari Pelabuhan Jayapura,” beber Reky.

Begitupun dengan armada transportasi darat, Perum Damri telah menyediakan sejumlah armada yang akan melayani rute Kota Jayapura – Kabupaten Jayapura – Sarmi dan Keerom.

Disinggung soal pengawasan terhadap penjualan tiket, mengingat memasuki hari raya keagamaan banyak operator penerbangan yang menaikkan harga tiket seenaknya dan tidak sesuai aturan? Reky mengaku, pihaknya selama ini telah membentuk tim pengawasan harga tiket yang ditempatkan di Bandara Sentani Jayapura.

“Untuk menjaga hal itu kita sama-sama mengawasi hal hal yang tidak diinginkan. Saya lihat sejak 2017 sampai sekarang, operator penerbangan tidak berani juga kasih naik harga tiket sembarangan dan tidak sesuai aturan,” akunya. (Andi/Frida)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *