Kepala BKN Pusat Akan Tinjau Langsung Pelaksanaan Tes CPNS di Puncak Jaya

Para pelamar CPNS di Puncak Jaya mengikuti tes berbasis computer.

MULIA (PB.COM) – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Bima Haria Wibisana direncanakan akan meninjau langsung pelaksanaan tes CAT (Computer Assisted Test) CPNS Formasi 2018 di lingkungan pemerintahan Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Kamis, 4 Juli mendatang.

Hal ini dikatakan Ketua Panitia Penerimaan CPNS 2018 Pemkab Puncak Jaya, Tumiran, kepada pers, Selasa (2/7) siang.

“Pelaksanaan tes ini direncanakan akan ada kunjungan Kepala BKN Pusat, BKN Regional Papua dan kepala BKD Provinsi Papua dan rombongan,” ujar Tumiran yang juga menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Sekda Kabupaten Puncak Jaya.

Ketua Panitia Penerimaan CPNS 2018 Pemkab Puncak Jaya, Tumiran.

Selain memantau pelaksanaan tes berbasis komputer, Kepala BKN Pusat juga akan menyerahkan secara simbolis Surat Keputusan (SK) CPNS K2 untuk formasi 2013 yang jumlahnya lebih dari 200 SK.

Pelaksanaan tes CAT di lingkungan pemerintahan Kabupaten Puncak Jaya diikuti sebanyak 1494 peserta yang sebelumnya telah dinyatakan lolos tes administrasi. Dari 1949 mereka akan berkompetisi untuk meraih 523 kursi.

“Jumlah pelamar hampir 2 ribu orang, dan yang lolos seleksi administrasi sebanyak 1494. Mereka berhak untuk mengikuti seleksi kompetensi dasar,” ungkap Tumiran.

Adapun pelaksanaannya digelar selama enam hari 1 hingga 6 Juli 2019 dan dibagi dalam 22 sesi. “Mudah-mudahan waktunya tidak bergeser, sehingga pelaksanaan tes bisa diselesaikan sesuai jadwal,” harapnya.

Di hari pertama tes kemarin diikuti oleh sarjana pendidikan dan kesehatan. Lalu untuk hari kedua (hari ini) diikuti oleh sarjana SI bidang tekhnis.

Menyinggung adanya formasi yang justru kurang diminati, terbukti dengan sedikitnya pelamar dari kuota yang mau diterima, Tumiran mengakui hal itu. Dia mencontohkan seperti formasi untuk penempatan di distrik distrik yang jauh dari Kota Mulia, Ibukota Kabupaten Puncak Jaya.

“Di 2018 formasi memang ditentukan lebih detail, sehingga kita cantumkan mulai dari distrik dan dinas. Jadi yang tidak ada pelamar itu kebanyakan di distrik yang jauh. Nah untuk semua pergeseran di aplikasi, kita telah koordinasikan dengan BKN Pusat melalui aplikasi yang disana sehingga semua jabatan yang dimasukkan dalam formasi bisa terisi. Termasuk yang tidak ada pelamarnya,” terang Tumiran. (Andi/Frida)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *