Momentum HAN, BKKBN Papua Minta Orang Tua Perhatikan Anak-Anak Yang Terlantar

Kepala Perwakilan BKKBN Papua Sarles Brabar, SE.M.Si menggendong salah seorang anak SD di Distrik Aimando saat kunjungan kerja, Juni 2018 lalu.

JAYAPURA (PB.COM)-Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada 23 Juli, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua menghimbau kepada seluruh orang tua di Papua untuk memperhatikan hak-hak anak mereka, khususnya anak-anak yang terlantar dan bekeliaran di malam hari di Kota Jayapura.

“Anak itu kan harapan generasi masa depan. Oleh karena itu, kami berharap semua keluarga, terutama para orang tua memperhatikan hak-hak anak agar mereka tumbuh menjadi generasi emas Papua yang cerdas. Sementara kondisi yang kita lihat saat ini, terutama di Kota Jayapura, anak-anak di bawah umur berkeliaran malam hari sampai pagi hari. Mereka minum miras, isap rokok, aibon. Dimana hati orang tua yang membiarkan anak-anaknya seperti ini? Ini menunjukkan orang tua tidak punya perencanaan bagi kehidupan anaknya di masa depan. Kami dari BKKBN sangat menyesalkan hal ini,” tegas Kepala Perwakilan BKKBN Papua, Sarles Brabar, SE.M.Si kepada papuabangkit.com melalui telpon selulernya, Selasa (23/07/2019).

Menurut Sarles, data secara nasional menunjukkan bahwa sekitar 50 persen anak Indonesia, termasuk di Papua mengalami kekerasan dari orang tuanya. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan advokasi kepada keluarga-keluarga di Provinsi Papua agar menghentikan kebiasaan buruk dalam pola asuh anak yang menggunakan kekerasan dan melindungi mereka dengan pola asuh penuh kelembutan dan kasih sayang.

“Anak itu punya empat hak dasar yaitu hak hidup, tumbuh, berkembang dan berpastisipasi di lingkungan sekolah dan masyarakat. Tapi kalau dengan kondisi saat ini dimana anak-anak di Papua banyak ditelantarkan, terutama di Kota Jayapura, bagaimana kita bisa bayangkan masa depan mereka? Kami minta  orang tua harus sadar awasi anak-anaknya. Dia lahir dari siapa, dia datang mana? Ya dari kalian orang tua. Selamatkan generasi Papua ini, selamatkan marga, selamatkan anak bangsa,” kata Sarles.

BKKBN selaku instansi pemerintah juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa anak-anak Papua bisa lahir dan tumbuh menjadi anak-anak yang tangguh dan cerdas.

Untuk itu, dalam rangka Hari Anak Nasional ini, kata Sarles, Perwakilan  BKKBN Papua akan menggelar senam bersama melibatkan beberapa instansi dan dilanjutkan sosialisasi tentang pentingnya perayaan nasional ini pada Jumat (26/07/2019).

“Hari ini, seluruh PAUD di wilayah Abepura melakukan pawai bersama dan sebagian finishnya di BKKBN. Tapi giat kita nanti hari Jumat,” tutup Sarles. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *