Hadapi Akreditasi, RS Jiwa Abepura Gelar Pelatihan dan Simulasi APAR

 

Narasumber Jhon Turot, SKM.M.Kes dari Dinas Kesehatan Papua saat memberikan pelatihan kepada para pegawai RS Jiwa Abepura, Selasa (20/08/2019)

JAYAPURA (PB.COM)—Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura, Provinsi Papua menggelar pelatihan dan simulasi Alat Pemadaman Api Ringan (APAR). Pelatihan yang melibatkan 265 petugas kesehatan di rumah sakit ini berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (20-21/08/2019) di Aula RSJ Abepura.

Kegiatan yang digelar Tim Kelompok Kerja Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (Pokja MFK) untuk akreditasi RS Jiwa Abepura ini menghadirkan narasumber Jhon Turot, SKM.M.Kes dari Dinas Kesehatan Papua selaku pihak yang memiliki lisensi di bidang manajemen keselamatan kesehatan.

“Pelatihan ini bertujuan ganda, selain untuk melatih para petugas medis dalam menggunakan APAR sesuai SPO (Standar Prosedur Operasional), juga ini bagian dari upaya untuk menghadapi Akredirasi Rumah Sakit sesuai Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit Edisi 1, dimana dibutuhkan pelatihan juga action nyata observasi, simulasi, dan wawancara. Manajemen dan seluruh staf rumah sakit ini sudah tandatangan komitmen siap akreditasi dengan SNARS edisi satu,” kata Jhon kepada papuabangkit.com, Selasa (20/08/2019).

Menurut Jhon,  hampir semua tempat umum dan fasilitas publik seperti sekolah, kantor, supermarket memiliki potensi kebakaran. Apalagi di rumah sakit, dengan banyaknya peralatan medis yang terhubung ke arus listrik, sangat memungkinkan terjadi kebakaran. Maka, proteksi akan kebakaran mutlak dimiliki oleh rumah sakit. Ditambah lagi banyak jiwa di rumah sakit yang harus dilindungi jika terjadi kebakaran. Oleh sebab itu, SOP APAR di rumah sakit mutlak untuk dipelajari dan dipahami.

“Kota Jayapura adalah salah satu wilayah yang rawan terjadi kebakaran. Sejauh ini saya lihat dinas terkait di Pemkot Jayapura sudah mulai melakukan sosialisasi terkait penggunaan APAR di tingkat RT/RW. Jadi APAR ini tak hanya di fasilitas pelayanan publik saja tetapi juga di lingkungan tempat tinggal. Bila perlu di setiap rumah dibekali dengan alat ini, di dapur atau di ruang khusus. Karena justru kebakaran besar yang terjadi dimulai dari api kecil yang gagal dipadamkan,” katanya.

Nah dalam menggunakan APAR, kata Jhon, ada teknik dan prosedur penggunaan sesuai SPO. Teknik itu disebut PASS. PASS adalah singkatan dari Pull yaitu dilakukan dengan cara menarik safety pin pada APAR, Aim yaitu mengarahkan nozzle ke titik api, Squeeze yaitu menekan tuas pada APAR, dan Sweep yaitu menyapukan media pemadam api ke sumber api dari kiri ke kanan atau sebaliknya.

Ketua Kelompok Kerja Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (Pokja MFK) untuk Akreditasi RS Jiwa Abepura Markus Karubaba, SKM berterima kasih kepada narasumber yang telah memberikan pelatihan dan simulasi ini sehingga para pegawai rumah sakit, housekeeping hingga keamanan bisa memahami Standar Prosedur Operasional ketika bencana kebakaran terjadi.

“Supaya semua pihak di rumah sakit bisa menguasai APAR ini. Kita tidak undang atau harapkan terjadinya kebakaran, tetapi bila terjadi, kita sudah mampu menghadapinya,” kata Markus.

Menurut Markus, selain itu, kegiatan yang merujuk pada dasar hukum UU RI no 28 tahun 2002 tentang banguan gedung dan UU RI 44 tahun 2009 tentang rumah sakit ini juga menjadi persiapan untuk menghadapi akreditasi RS Jiwa Abepura.

“Dari sisi peralatan, kita sudah terpenuhi tetapi pengetahun yang belum. Alat-alat itu berupa tabung APAR. Kami optimis dan semangat untuk proses akreditasi ini demi kualitas pelayanan di rumah sakit ini,” katanya. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *