Dinas Pertanian dan Pangan Komitmen Minimalisir Produk Bama Dari Luar Papua

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua, Ir. Semuel Siriwa, M.Si

JAYAPURA (PB.COM)–Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua, Ir. Semuel Siriwa, M.Si optimis di masa mendatang pihaknya dapat meningkatkan produksi bahan makanan (bama) lokal guna mengurangi masuknya produk bama dari luar Papua.

Hal itu disampaikan Siriwa kepada pers, Rabu (21/08/2019), setelah sehari sebelumnya  ia dilantik oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Menurut Siriwa, peningkatan produksi pangan padi yang mana pada 2014 baru mencapai 57 persen meningkat menjadi 63 persen di akhir 2018.

“Sebanyak 63 persen itu mencapai 235 ribu ton gabah kering. Demikian juga untuk komoditas tanaman pangan lainnya seperti jagung, kedelai maupun umbi-umbian yang kita akan terus dorong,” terangnya.

Ia mengatakan, pekerjaan rumah yang dihadapi saat ini adalah bagaimana menyiapkan pangan untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX  tahun 2020. Dari data terakhir, katanya, jumlah peserta iven empat tahunan yang bakal mengunjungi bumi cenderawasih, mencapai 23 ribu atlet dan official.

“Makanya kami sudah menyiapkan program dari dana APBN pada seluruh klaster untuk pengembangan holtikultura pada beberapa jenis pangan seperti buah-buahan dan sayuran,” jelasnya.

“Namun untuk peternakan saya belum dapat data, tapi untuk tanaman pangan seperti itu. Yang pasti kalau untuk beras tidak ada masalah, sebab stok dari Kabupaten Merauke tersedia. Nanti soal angkutan saja yang mungkin dari OPD terkait bisa memikirkan untuk transportasinya,” sambungnya.

Siriwa dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Drs. FX Mote, M.Si merupakan dua pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang pertama kali dilantik dari 35 pimpinan OPD di Provinsi Papua versi perampingan.

Uniknya, Dinas Pertanian dan Pangan yang dipimpin Siriwa merupakan gabungan dari 4 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebelumnya yakni Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perkebunan dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Menanggapi penunjukkan dirinya yang kini membawahi empat dinas itu, Siriwa memastikan ia siap melakukan penyesuaian sebagaimana visi dan misi Gubernur Papua di periode kedua.

“Apalagi dengan penggabungan dinas ini, koordinasi terhadap petani kini terjadi lewat satu pintu dan tentu menjadi lebih mudah. Sebab satu keluarga petani kan di Papua saat ini mengerjakan empat bidang ini. Seperti dia tanam padi, tapi juga ada keluarga memelihara ternak dan hasil kebun di tempatnya,” katanya.

Menurutnya, dengan penggabungan dinas ini justru akan lebih mudah untuk melakukan kontrol dan mengarahkan petani dalam pelaksanakan kegiatan. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *