Gedung Doping Center PON  Diupayakan Rampung Desember 2019

drg. Aloysius Giyai, M.Kes menjawab wartawan, Selasa (10/09/2019)

JAYAPURA (PB.COM)—Ketua Bidang Kesehatan Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Papua drg. Aloysius Giyai, M.Kes mengatakan, pihaknya saat ini sedang membangun gedung yang nantinya akan digunakan sebagai tempat Doping Center untuk para atlit yang akan bertanding pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua.

“Gedungnya sedang dibangun. Mudah-mudahan Desember tahun ini selesai. Jadi doping center ini juga nanti fungsinya sebagai laboratorium kesehatan daerah yang bertaraf internasional,” kata Giyai menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (10/9/2019).

Menurut Aloysius, pihaknya sedang menggodok tiga Negara yang akan dijadikan tempat untuk uji laboratorium. Tiga Negara tersebut adalah Thailand, Malaysia, dan India.

“Di Indonesia belum ada, jadi kami akan menunggu keputusan dari Menpora dan KONI soal Negara mana yang nanti bisa kita kerjasama,” ujarnya.

Dikatakan, pihaknya akan menerapkan standar WADA (World Antidoping Agency) yang tinggi untuk menjamin keabsahan hasil, dan seluruh sampel berupa urine para atlet akan diuji di laboratorium.

Soal berapa banyak atlet yang akan di ambil sampelnya untuk diuji di laboratorium, Giyai mengatakan, pihaknya belum mendata berapa atlet yang akan diambil urinenya, tetapi menurutnya bahwa tidak semua atlet akan diambil sampel urinenya.

“Tidak semua atlet, jadi yang akan kami ambil itu adalah atlet yang berprestasi dan juga atlet yang sedang memperbaiki rekor pribadinya pada PON lalu,” katanya.

Dikatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendampingan terhadap 760 tenaga kesehatan yang nantinya akan ditempatnya di tiga wilayah yang dijadikan klaster yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Keerom sebagai kabupaten penyangga pelaksanaan PON.

“Jadi pembangunan gedung doping center ini sudah masuk pada tahap kedua. Tahap pertama lalu sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp20 miliar, tahap kedua ini sudah mencapai Rp33 miliar. Nanti pas finishing akan ada penambahan biaya lagi, tetapi menunggu sampai tahap kedua selesai dulu,” katanya.

Terpisah Ketua Umum PB PON Papua Lukas Enembe mengatakan, saat ini pihaknya sedang menggenjot pembangunan gedung Doping Center yang dalam waktu dekat pembangunan fisiknya telah selesai.

“Kami masih terus berkomunikasi dengan pihak PB PON Pusat dan juga Kemenpora soal laboratorium yang nanti digunakan untuk mengetes urine dari para atlet nantinya. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama kita sudah bisa MoU dengan Negara yang nantinya ditunjuk sebagai tempat tes laboratorium sehingga dari sekarang kami bisa mengetahui hal-hal teknis apa yang harus dilakukan,” katanya singkat. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *