Pengungsi Rusuh Wamena Butuh Pakaian Wanita dan Perlengkapan Bayi

Para pengungsi wanita sedang mengantri untuk mengambil makanan.

WAMENA (PB.COM) – Sebanyak lima ribu warga Wamena, Kabupaten Jayawijaya masih menempati sejumlah posko pengungsian pascakerusuhan yang terjadi Senin (23/9/2019) lalu.

Posko pengungsian berada di sejumlah titik seperti Makodim, Mapolres, Kantor DPRD dan Aula Gereja.

Saat ini para pengungsi sangat membutuhkan bantuan pakaian terutama pakaian wanita dan anak-anak. Mengingat sebagian besar para pengungsi tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka yang dibakar sekelompok massa saat kerusuhan terjadi. Mereka hanya memakai pakaian di badan dan lari menyelamatkan diri.

Selain pakaian, pengungsi juga membutuhkan perlengkapan bayi juga makanan bayi, perlengkapan mandi dan juga perlengkapan wanita.

Komandan Kodim 1702/Wamena, Letkol Inf Chandra Diyanto saat dihubungi pers, Kamis ( 26/9) mengaku, sampai pada hari ini untuk logistik makanan sudah bisa terpenuhi.

“Memang dua hari sebelumnya, kita kekurangan logistik makanan. Karena belum ada bantuan dari pihak manapun. Tapi mulai hari ini, dapur umum sudah tergelar, bantuan dari Kodam Cenderawasih. Lalu bantuan logistik seperti beras dan lauk pauk, dari dinas sosial provinsi, sementara dalam pengiriman dari Jayapura,” ungkap Chandra.

Lalu untuk kebutuhan sekunder seperti pakaian dan lainnya, lanjutnya, memang belum ada bantuan sama sekali.

“Kita butuhkan pakaian, selimut. Sementara bantuan hanya dari teman dekat keluarga dari para pengungsi. Mereka belum dapat bantuan secara umum,” jelasnya.

“Padahal pengungsi ini kan banyak wanita, anak anak dan balita mereka sangat membutuhkan bantuan seperti pampers, susu dan makanan khusus untuk balita terus untuk perlengkapan wanita mereka juga sangat membutuhkan,” lanjutnya.

Sampai pada Kamis pagi ini, banyak warga pengungsi terutama laki-laki yang telah kembali ke rumah mereka untuk membuka usaha warung atau toko. Namun itu yang berada di pusat kota Wamena, sementara yang tinggal di pinggiran kota masih tetap di pengungsian.

“Pastinya kita akan melakukan penjagaan di sepanjang jalan jalan dalam kota, mulai (Rabu) kemarin pagi terutama di pusat pusat perekonomian,” pungkasnya.

Seperti diketahui, demo pelajar berujung anarkis telah membuat kota Wamena mencekam. Sejumlah fasilitas pemerintahan, fasilitas ekonomi dan rumah warga dibakar oleh massa pendemo. Akibat kerusuhan ini sebanyak 30 warga meninggal dunia, dan puluhan lainnya luka-luka. Sebagian besar korban meninggal akibat terjebak dalam bangunan yang dibakar oleh massa. (Andi/Frida)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *