Aktivitas Sekolah dan Puskesmas di Kota Wamena Kembali Normal

Sekretaris Daerah Papua T.E.A. Hery Dosinaen, S.IP.M.KP.M.Si saat memberikan keterangan kepada wartawan.

JAYAPURA (PB.COM) –  Aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah yang ada di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya telah kembali normal pascakerusuhan yang terjadi dua pekan lalu.

Selain sekolah, pelayanan kesehatan di Puskesmas juga telah dibuka kembali.

Sekretaris Daerah (Sekda) Papua, Hery Dosinaen mengatakan bahwa Bupati Jayawijaya sudah memastikan kondisi di Kota Wamena sudah aman dan kondusif.

“Puskesmas dan sekolah di Wamena sudah mulai aktif hari ini,” ujar Sekda Hery kepada pers di Jayapura, Senin (7/10/2019).

Sekda menegaskan bahwa ketegangan yang terjadi di Papua bukanlah dipicu persoalan Agama, Ras dan Antar golongan (SARA), tapi ini terjadi dipicu ujaran rasismen terhadap mahasiswa Papua di Surabaya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta semua pihak  menahan diri, dan tidak mudah terprovokasi oleh berita hoax yang belum tentu kebenarannya. Dan mempercayakan penegakan hukum untuk kasus kerusuhan yang terjadi kepada aparat Kepolisian.

“Jangan percaya berita hoax, yang saat ini terus ada. Kembali rukun bergandengan, saling tolong menolong, membangun Papua yang lebih baik,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Papua, Elias Wonda menegaskan, proses pendidikan di Kota Wamena sudah kembali aktif.

“Kami sudah kirim tim ke Wamena untuk memastikan proses pendidikan disana berjalan dengan normal, sekaligus mendata bangunan sekolah yang rusak, dan hasilnya akan dilaporkan kepada kementerian Pendidikan,” katanya.

Seperti diketahui, demo anarkis pelajar berujung rusuh di Kota Wamena, Senin (23/9) lalu telah membuat aktivitas masyarakat lumpuh total.

Demo yang dipicu dugaan isu rasisme seorang guru terhadap siswa di salah satu SMA, menimbulkan kemarahan massa yang kemudian melakukan aksi brutal dengan merusak dan membakar sekolah, kampus, kantor Bupati dan sejumlah kantor dinas, ratusan tempat usaha dan rumah warga serta ratusan kendaraan roda dua dan roda empat.

Tidak hanya itu, perbuatan massa yang brutal juga telah menelan korban jiwa. Sebanyak 33 orang dilaporkan meninggal dunia, 78 orang mengalami luka luka, dan tercatat lebih dari 16 ribu orang keluar dari Kota Wamena pascarusuh. (Andi/Frida)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *