Jika ada Kejadian Lagi di Wamena, TNI Polri akan Bertindak Represif

Mayjen TNI Herman Asaribab Kapolda Papua, didampingi Irjen Pol Paulus Waterpauw.
WAMENA (PB.COM) – Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya kembali mencekam, menyusul insiden penikaman oleh Orang Tak Dikenal (OTK) terhadap pekerja bangunan di jalan depan Paroki Woma, kota Wamena, Sabtu (12/10/2019) kemarin sekira pukul 15.20 WIT.

Insiden ini menyebabkan satu orang meninggal dunia atas nama Deri Datu Padang (30) dengan luka tusukan di perut kanan. Sedangkan seorang lainnya, Bunga Simon (38) mengalami luka robek di bagian lutut dan bibir akibat terjatuh dari motor (berboncengan dengan Deri Datu Padang).

Terkait insiden ini, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab dalam siaran persnya menegaskan, pihaknya bersama Polri telah berkomitmen tegas tidak lagi melakukan upaya preventif (pencegahan) namun akan bertindak represif.

“Bahwa kita (TNI Polri) sudah komitmen tegas tidak ada lagi kita melaksanakan upaya preventif. Tapi kalau ada kejadian kita akan lakukan tindakan represif, supaya situasi (di Wamena) makin kondusif ke depan,” tegas Pangdam yang didampingi Kapolda Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua di Wamena, Minggu (13/10/2019).

Pascakerusuhan 23 September lalu, katanya, hingga kini situasi di Kota Wamena dan sekitarnya telah berangsur kondusif.

“Mungkin adanya kejadian (penikaman) kemarin itu adalah salah satu aksi dari situasi yang terjadi. Jadi ada unsur unsur (pihak)  yang sedang berusuha mengganggu situasi yang sudah kondusif ini,” ujar Pangdam yang turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya salah satu warga dalam insiden tersebut.

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi menyusul adanya insiden penikaman tersebut.

“Ini kan sudah aman aktivitas masyarakat sudah kembali normal. Tapi tiba tiba kemarin mereka (pelaku penikaman) mengambil ruang ini. Sehingga akan menjadi evaluasi bagi kami. Bahwa aparat ada, tetapi kenapa dia daerah itu ada kekosongan,” ungkap Waterpauw.

Dia menegaskan, ke depan pihaknya akan lebih mengintensifkan pengamanan.

“Pastinya kita akan lakuka barrier, patroli secara terpadu, termasuk melakukan razia senjata tajam. Ini saya harap warga perantau stop membawa sajam di jalan jalan, karena ini akan memancing suasana semakin panas,” imbaunya.

“Kalau ada informasi infokan kepada kami, kita pahami keadaan saat ini tapi kami aparat sudah ada dan akan berupaya menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif,” sambungnya.

Sementara itu, Bupati Jayawijaya, John Richard Banua menegaskan, menjaga keamanan di kota Wamena merupakan tanggung jawab pemerintah daerah bersama aparat keamanan TNI Polri.

“Kita juga akan tetap menjaga komunikasi dengan tokoh gereja, tokoh adat, tokoh masyarakat bagaimana mencari solusi untuk menjaga wilayah ini tetap aman dan kondusif,” katanya. (Andi/Frida)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *