IKA FKM Uncen: Dana Kesehatan Besar Turun Ke Kabupaten/Kota, Mengapa Masyarakat Masih Sakit?

Ketua BP Harian IKA FKM Uncen Paschalis Howay, SKM

JAYAPURA (PB.COM)–Badan Pengurus Ikatan Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih (IKA FKM Uncen) menyoroti gelontoran dana bidang kesehatan yang turun ke kabupaten/kota, tetapi masih ada masyarakat yang sakit.

Hal ini dinilai harus menjadi perhatian dari pemerintah kabupaten/kota, sehingga pemanfaatan dana untuk sektor kesehatan di Papua, bisa memberikan dampak bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Kita tahu dana yang turun ke kabupaten/kota baik dari alokasi dana Otsus maupun dana alokasi kesehatan, nah ini kita harapkan dapat mendorong pelayanan kesehatan yang maksimal,” ujar Ketua Harian BP IKA FKM Uncen, Paschalis Howay, SKM di sela-sela diskusi panel CPNS Papua di Kampus FKM Uncen, Rabu (23/10/2019).

Melihat kondisi ini, Paschalis mengharapkan ada perhatian lebih terhadap pendekatan pelayanan kesehatan yang berbasis preventif maupun promotif, ketimbang kuratif.

”Kita harapkan peran dari Puskemas di Papua harus dimanfaatkan dengan baik, demi peningkatan layanan kesehatan terutama bagi masyarakat asli Papua,” sebutnya.

Menurut Paschalis, sebaran tenaga kesehatan di Papua tidak merata mengingat banyak tenaga kesehatan yang memilih mengabdi di kota, ketimbang di pelosok Papua, hal ini tentu diharapkan juga menjadi perhatian dari pemerintah daerah sehingga dapat meminimalisasi trend penyakit.

”Kita harus jujur bahwa alumni kita (alumni FKM,red) belum tersebar dengan baik di Papua. Bahkan ada yang kerja di luar dari disiplin kesehatan. Tentu ini menjadi perhatian kita bersama untuk mendorong agar alumni FKM Uncen dapat diberdayakan, untuk digunakan oleh pemerintah daerah,” imbuhnya.

Sementara itu Dekan FKM Uncen, Dr Arius Togodly, SPd.MKes menekankan tentang sinergitas antara FKM Uncen sebagai laboratorium penghasil tenaga kesehatan masyarakat, BP IKA FKM Uncen, serta pemerintah daerah untuk bersama-sama menyikapi persoalan kesehatan di Papua, sehingga masalah-masalah kesehatan yang terjadi di Papua bisa diselesaikan dengan baik. (Yamander Yansenem)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *