Remaja Mappi Diminta Jauhi Miras, Seks Bebas dan Perkawinan Dini

Kepala DP3AKB Mappi Verdinanda Genoveva, S.Stp berfoto bersama peserta dan pemateri sosialisasi PKBR.

JAYAPURA (PB.COM)—Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Mappi Verdinanda Genoveva, S.Stp meminta remaja dan pemuda di Mappi untuk menghindari hal-hal negatif yang menghancurkan masa depannya seperti minuman keras (miras), aibon, seks bebas dan kawin di usia dini.

Permintaan itu disampaikan Verniranda saat membuka kegiatan sosialisasi Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) yang dilakukan tim Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Kamis (24/10/2019).

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Avista, Kota Kepi diikuti oleh perwakilan SMA/SMK di Mappi meliputi tiga puluh lebih siswa-siswi dari 14 sekolah dan komunitas pemuda gereja.

“Untuk NAPZA memang tidak ada tapi miras dan aibon sangat tinggi. Sedangkan masalah perkawinan di bawah umur juga ada, kebanyakan di kampung-kampung karena banyak remaja yang putus sekolah. Remaja Mappi harus menghindari semuanya itu, harus memiliki rencana hidupnya. Remaja di Mappi harus mengerti bahwa mereka harus mempersiapkan hidup bagi masa depannya dan menghindari hal-hal negatif,” kata Verniranda kepada papuabangkit.com melalui telepon selulernya, Jumat (25/10/2019).

Menurut Verniranda, sosialisasi PKBR yang dilakukan  tim dari Perwakilan BKKBN Provinsi Papua ini sangat bagus. Karena dengan ini, pihak DP3AKB Mappi berencana untuk melakukan dua hal. Pertama, menyiapkan remaja Mappi untuk mengikuti even pemilihan Duta Genre tingkat Provinsi Papua pada tahun mendatang. Kedua, menyiapkan PIK (Pusat Informasi Konseling) Remaja yang hingga kini belum terbentuk di Mappi.

“Namun saya berharap, melalui kegiatan ini, dengan peserta yang terbatas, saya meminta para perwakilan  siswa yang ikut sosialisasi ini bisa memberikan informasi tentang pentingnya Genre bagi teman-temannya. Kami merasa kegiatan ini sangat bagus karena dilakukan dengan matang, ada ceramah, ada tanya jawab, dan ada simulasi sehingga peserta sangat antusias. Saya berterima kasih kepada BKKBN Provinsi Papua yang sudah datang ke Mappi,” kata Verniranda.

Henny Agusta, Staf Perwakilan BKKBN Papua menjelaskan dalam kegiatan ini peserta diperkenalkan modul fasilitator PKBR, terkait proyek prioritas nasional (PRO PN).

“Kami ingin mengenalkan tentang PIK Remaja dengan harapan ke depan Pemda Mappi dalam hal ini DP3AKB bersama-sama dengan pihak sekolah atau komunitas untuk membentuk PIK remaja sebagai wadah bagi remaja untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi dan permasalahan remaja,” ujar Henny lewat pesan whatsapp yang diterima papuabangkit.com. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *