Jurnalis Diminta Hindari Menulis Berita Provokatif

Agustinus Eko Rahardjo

BOGOR (PB.COM)-Ketua Bidang Pers, Media dan Informasi Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Agustinus Eko Rahardjo menyampaikan harapan agar jurnalis tidak terpacu membuat berita yang provokatif, demi mencapai oplah atau hits viewer yang tinggi.

“Mari kita buat berita yang mencerahkan. Berita yang membuat orang merasakan empati ketika membaca kisah-kisah humanis. Ada rasa dekat dengan korban. Ada rasa dekat dengan kelompok tertindas dan minoritas,” kata pria yang akrab dipanggil Jojo ini  dalam diskusi terfokus bertajuk ‘Peran Jurnalis Dalam Membangun Gerakan Oikoumene Antarlembaga Kristiani’ di Hotel Pelangi, Sentul, Bogor, Jumat, 1-3 November 2019. Seminar ini merupakan rangkaian dari kongres kedua yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna).

Para Pengurus DPP Perwarna 2019-2024 yang baru terpilih.

“Kehadiran Pewarna sah-sah saja. Menyemarakkan berbagai organisasi jurnalis di tanah air. Yang penting, bagaimana Pewarna bisa memberi manfaat, nilai tambah, serta menjadi garam dan terang bagi masyarakat luas,” papar Jojo.

Dia menambahkan, masyarakat dan jurnalis kini hidup di era digital. Karenanya, setiap artikel yang ditulis di media dengan mudah dan cepat menyebar menjadi viral.

“Kita sekarang hidup di era digital, tidak penting nama medianya apa. Tapi begitu media itu menghasilkan karya, link beritanya tersebar begitu luas melalui internet lewat gadget. Kita harap, karya jurnalis Kristiani bisa menjadi berkat buat masyarakat, di era di mana penyebaran informasi lebih gampang dan lebih cepat saat ini. Semoga informasi yang tersebar itu membawa kebaikan dan kebenaran,” kata pria yang sempat menjadi jurnalis di media online, cetak, dan televisi ini.

“GAMKI mendorong agar Persatuan Wartawan Nasrani terus berkarya sebaik-baiknya, agar melalui tulisan karyanya semua orang bisa membaca dan menyerap inspirasi kebaikan dan kebenaran,” pungkasnya.

Kongres II Pewarna mengangkat tema ‘Membangun Solidaritas dan Semangat Kebertautan Antar Anggota Sebagai Satu Entitas Yang Utuh’. Tema ini diangkat demi mendorong jurnalis Nasrani menjalankan fungsi memberikan informasi, mendidik, menghibur dan menjadi daya kontrol bagi pemerintah, tapi secara khusus sebagai wartawan Nasrani juga bisa tampil beda.

Dalam pemilihan pengurus baru pada Sabtu 2 November 2019 petang, Yusuf Mujiono dan Ronald Onibala terpilih sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum DPP Pewarna untuk lima tahun ke depan. Yusuf merupakan pemimpin redaksi dan pendiri Majalah Gaharu, sedangkan Ronald berasal dari media online Warta Nasrani.

“Kami sampaikan selamat kepada duet Yusuf dan Ronald. Proficiat. Semoga kepengurusan baru membawa berkat dan Pewarna semakin mewarnai dunia jurnalisme di tanah air dengan karya-karya positif yang menggerakkan nilai-nilai kemanusiaan,” kata Sekum DPP GAMKI Sahat Martin Philip Sinurat.

Selain pemilihan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP Pewarna untuk masa pelayanan 2019-2024, Kongres Pewarna juga menggelar berbagai sesi seminar dan diskusi.

Salah satu sesi acara yakni Kelompok Diskusi Terfokus/FGD dengan tema ‘Peran Jurnalis Dalam Membangun Gerakan Oikoumene Antar Lembaga Kristiani, yang diikuti berbagai organisasi kristiani dan aras gereja, antara lain API, Vox Point, Yakoma, MUKI, GAMKI, PNPS, GMDM, Christian Words, PPHKI, YKI, GMKI, PCPI, Gerkindo, AMPP, dan PIKA. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *