Kontingen Atletik Papua Gagal Total di Popnas 2019

Pertandingan Atletik di Stadion Madya GBK Jakarta.

JAKARTA (PB.COM) – Tak satu pun medali diraih atlet Papua di cabang olahraga Atletik Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XV 2019, Jakarta.

Untuk kelas lari 100 meter putra, Papua menurunkan atlet Yusuf Raubaba, Kain Rerei, Fredy Abubar, nomor 100 meter putri, Lusinta Burumi, Yanet Patay, Matia Padwa.

Nomor 200 meter putra dan putri, Yusuf Raubaba, Ferlian Rumere, Max Mnumumez, Lusinta Burumi, Janet Patay, Sisilia Mariem.

Sedangkan Nomor 400 meter putra dan putrid, Melky Sedek Isagi, Frans Kamak Kuala, Yermias Gebze, Triyolin Yarisetouw, Sely Yarangga, Yoklan Mayor. Lalu Nomor 800 dan 1500 meter putra, Ever Baransano, Demianus Rumaropen. Nomor 110 meter gawang putra Fredi Abubar nomor 400 gawang putra, Mika Kmur.

Sangat disayangkan, karena tim Papua yang turun di nomor final 100 meter, 200 meter dan 400 semuanya gagal meraih medali. Begitu pun di nomor final estafet 4×100 meter putra/putri, dalam pertandingan yang berlangsung, Kamis (20/11/2019) di Stadion Madya Gelora Bung Karno. Papua harus puas berada di belakang pelari DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Pelatih Atletik Papua, Yanes Raubaba yang ditemui pers di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Kamis malam, mengaku sebenarnya punya target untuk meraih medali nomor lompat jauh putra, Mikdon Mirin maupun lempar lembing putra Makfredom Rumkorem. Namun sayangnya, kedua anak asuhnya pun gagal medali emas.

Meski begitu, aku Yanes, Papua masih punya kans mendulang medali dari nomor lempar cakram (Makfedom Rumkorem) dan nomor tolak peluru (George Gebze) yang akan dipertandingkan, Jumat (21/11/2019) hari ini.

Yanes mengaku, jika pelari-pelari  Papua tampil tidak maksimal karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya factor latihan yang tidak maksimal lantaran kondisi Kota Jayapura yang sempat dilanda kerusuhan, membuat atlet dikembalikan ke daerahnya masing-masing.

“Ya, kita harus akui jika persiapan kita ke Popnas terganggu dengan kondisi keamanan Papua, anak-anak kita kembalikan ke daerah, tanpa ada yang mengawasi mereka latihan,” akunya.

Lanjutnya, Papua masih menaruh harapan untuk mendapat medali di nomor lempar cakram tolak peluru.

“Kami masih tetap optimis, bisa meraih medali di nomor  lempar cakram tolak peluru,” tutur Yanes Raubaba mantan atlet sprint Indonesia tersebut.

Sementara itu, berdasarkan data perolehan medali sementara cabang cabang olahraga atletik POPNAS 2019, kontingen Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Barat yang mendominasi.

Jawa Timur meraih 12 medali (4 emas, 3 perak, 5 perungg), DKI Jakarta 10 medali (3 emas, 5 perak, 2 perunggu), Jawa Tengah 8 medali (2 emas, 3 perak, 3 perunggu).

Jawa Barat 6 medali (2 emas, 2 perak, 2 perunggu). Sumut (2 emas, 1 perak), Sulut (2 emas), Sumbar, Kep. Bangka Belitung, NTT, Bali, Sumsel, DI Yogjakarta, Gorontalo, NTB dan Kalsel masing-masing meraih satu medali emas. (Andi/Frida)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *