Pemprov Apresiasi Penempatan Staf Ahli dan Pendidikan Dokter Spesialis

Sekretaris Daerah Provinsi Papua TEA Hery Dosinaen, S.IP.M.KP.M.Si.

JAYAPURA (PB.COM)—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengapresiasi kebijakan Menteri Kesehatan (Menkes) RI yang baru, Letjen (Purn.) DR. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) yang menempatkan staf ahli dari Kementerian Kesehatan RI untuk mengawasi perkembangan dan pelayanan kesehatan di wilayah Bumi Cendrawasih.

“Ini merupakan bentuk perhatian yang luar biasa dari Menkes. Dengan adanya staf ahli Menkes ini sangat membantu sehingga ketika Pemprov Papua melaporkan terkait kondisi kesehatan, sudah ada yang melihat langsung situasi di lapangan secara langsung,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Papua TEA Hery Dosinaen, S.IP.M.KP.M.Si usai pembukaan Rakerkesda di Fave Hotel, Jayapura, Rabu (27/11/2019).

Sekda Hery saat sambutan pada Rakerkesda.

Menurut Hery, pelayanan kesehatan memang agak susah di Papua. Apalagi kabupaten-kabupaten yang harus ditempuh dengan moda transportasi laut, udara dan darat. Ia berharap, Menkes sudah mengetahui secara pasti kebutuhan distrik-distrik serta kampung di Papua yang harus diperhatikan khusus.

“Selain itu, kini kami juga memberikan prioritas utama terhadap rumah sakit yang belum beroperasi dengan fasilitas dan perangkat yang lengkap,” katanya lagi.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Papua drg. Aloysius Giyai, M.Kes mengapresiasi keseriusan Menkes Terawan yang punya perhatian khusus dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) bagi para dokter di Papua.

Kepala Dinas Kesehatan Papua drg. Aloysius Giyai, M.Kes

“Memang beliau lanjutkan program ini dari Menkes sebelumnya, tetapi Menkes baru ini tidak hanya sekedar bicara. Ia serius dan minta kami inventarisis para dokter dan ajukan siapa-siapa yang akan kita kirim untuk studi. Bahkan beliau sudah koordinasi dengan pihak lembaga LPDP untuk beasiswanya,” kata Aloysius.

Sementara itu terkait dengan penempatan Staf Ahli dr Slamet, pihaknya memgaku sangat terbantu karena memperlancar komuniasi antara Dinkes Papua dan Kementerian Kesehatan di Jakarta. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *