PAUD Kencana Waripoi Gelar Gerakan Makan Ikan Bersama Bunda PAUD Kota Jayapura

Anak-anak PAUD Kencana Waripoi makan ikan bersama Bunda PAUD Kota Jayapura Ibu Christina Luluporo.

JAYAPURA (PB.COM) – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kencana Waripoi, binaan BKKBN Provinsi Papua, menggelar gerakan makan ikan bersama Bunda PAUD Kota Jayapura, Christina Mano, Selasa (10/12/2019) di PPKS Waripoi.

Sebelum makan ikan bersama, Pengelola PAUD Kencana Waripoi, Ibu Carolina Brabar, pada kesempatan itu mengemukakan, PAUD binaan BKKBN ini sudah ada sejak tahun 2006 lalu, di mana awalnya dari sebuah pusat pelayanan kesehatan (Posyandu). Namun kemudian berkembang anak-anak Balita semakin bertambah banyak, sehingga digagaslah pembentukan sebuah PAUD.

“Awal mulanya hanya dikhususkan untuk anak-anak asli Papua yang tidak mampu di mana mereka tidak dibebani dengan biaya apapun,” ungkap Ibu Carolina. Nama PAUD Kencana Waripoi ini, jelasnya, digagas oleh Ibu Sanggamui, di mana Waripoi artinya sejahtera, sedangkan Kencana diambil dari BKKBN.

PAUD Kencana Waripoi menggagas gerakan makan ikan untuk mencegah stunting, dengan harapan pertumbuhan anak-anak balita bisa berkembang sesuai standar sehat. Anak-anak tumbuh sesuai tinggi, berat badan yang sehat sesuai standar. “Kami promosikan untuk menjadi familiar, gerakan makan ikan, dengan harapan anak-anak menyukai ikan dan gemar makan ikan,” ujar Ibu Carolina.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Jayapura, Christina Luluporo, mengatakan, 1.000 hari kehidupan awal anak, di mana pertumbuhan dan perkembangannya sangat penting dimulai dari masa kehamilan, kelahiran hingga menyusui, anak-anak mempunyai hak untuk mendapatkan pemenuhan gizi yang memadai. “Saya berterima kasih kepada PAUD Kencana Waripoi yang sudah memberi makan ikan kepada anak-anak PAUD. Ini gerakan yang sangat bagus untuk pertumbuhan gizi anak,” ujarnya.

Christina berharap, orangtua memperhatikan anak-anak dengan menyiapkan pendidikan, sumberdaya manusia, harus dimulai sejak anak lahir, dengan pemenuhan gizi memadai. “Saya memberikan bantuan Rp 5 juta untuk pemberian makanan tambahan (PMT). Jumlahnya tidak seberapa, semoga pengasuh PAUD bisa memberikan PMT bagi anak-anak,” tambahnya.

Kepada pers usai makan ikan bersama, Ibu Christina mengatakan, betapa pentingnya anak-anak konsumsi ikan. “Kenapa harus ikan? Karena ikan bannyak mengandung protein sehingga dapat memberikan tambahan gizi bagi mereka. Ingatkan kepada para orangtua bahwa memberikan ikan kepada anak-anak adalah hal yang sangat penting, paling tidak dalam seminggu itu dua atau tiga kali harus mengonsumsi ikan,” harapnya.

Untuk pengasuh-pengasuh PAUD juga ia berharap harus selalu memotivasi anak untuk gemar makan ikan. Bukan hanya dalam bentuk ikan goreng tetapi bisa dalam bentuk nugget sehingga anak-anak gemar makan ikan. (Frida Adriana)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *