Inilah Hal Urgen Yang Harus Dibenahi RSUD Jayapura Sesuai Temuan Surveyor

Plt. Direktur RSUD Jayapura drg. Aloysius Giyai, M.Kes.

JAYAPURA (PB.COM)—Sepanjang 16-20 Desember 2019, RSUD Jayapura melewati proses akreditasi yang dilakukan oleh tim surveyor dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan versi Standar Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) edisi 1. Kendati hingga kini belum diumumkan hasilnya, Plt. Direktur RSUD Jayapura mengaku puas dan menganggap para surveyor sebagai malaikat penyelamat.

“Karena hasil survei akreditasi ini bukanlah yang terpenting. Yang terpenting bagi saya adalah bagaimana tim surveyor membantu kami menemukan masalah-masalah yang ada di RSUD Jayapura dan memberitahu kami, mengajar dan mendampingi kami agar melakukan pelayanan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang seharusnya,” tegas Plt. Direktur RSUD Jayapura, drg. Aloysius Giyai, M.Kes kepada wartawan, Jumat (20/12/2019) usai penutupan kegiatan akreditasi.

Menurut Aloysius, ada tiga hal urgen yang harus dibenahi sebagaimana temuan dan rekomendasi dari surveyor.

Suasana pelayanan di Unit Rawat Jalan RSUD Jayapura.

“Pertama, form rekam medik yang selama ini tidak sesuai dengan standard. Dalam hal ini, yang mestinya diisi oleh dokter, malah diisi oleh perawat atau dokter muda (coas). Ini tidak boleh terjadi lagi. Kedua, mekanisme dan prosedur pemberian obat dan bahan medis yang salah dan harus diubah. Ketiga, mekanisme dan prosedur masing-masing profesi, mulai dari dokter, perawat, bidan, dan aparatur lainnya,” tutupnya.

Ketua Tim Surveyor dari KARS Dr. Tb. Firmansyah B. Rifai, SpA.MARS pada penutupan kegiatan berterima kasih atas penerimaan dan dukungan buat tim surveyor selama proses akreditasi.

“Banyak perubahan-perubahan yang terjadi, dan semoga pertahankan semangat dalam pelayanan,” katanya.

Sementara itu Poppy Maury mewakili tenaga perawat RSUD Jayapura berterima kasih atas bimbingan surveyor selama sepekan, terutama terkait form keperawatan.

“Kami harapkan dukungan dari bapak Plt. Direktur yang luar biasa. Kami akan bangun kerjasama antar Pokja agar kita jadikan RS ini terbaik di kawasan Timur Indonesia,” katanya.

Tim Surveyor dari KARS yang melakukan penilaian di RSUD Jayapura terdiri atas 6 orang dipimpin Dr. Tb. Firmansyah B. Rifai, SpA.MARS beranggotakan Dr. IA Chandranita Mauba, SpOG(K).MM, Dr. Bandriyo Sudarsono, MKKK, Drg. Wahidan Budimansyah, M.Kes, Ns. Hendria Putra, M.Kep.KMB, dan Siti Rochmini, Kp.M.Kes.

Ada 16 bab yang akan dinilai pada akreditasi dengan versi SNARS edisi 1 yakni Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS), Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK), Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO), Kompetensi dan Kewenangan Staf (KKS), Akses ke Rumah Sakit dan Kontinuitas Pelayanan (ARK), Asesmen Pasien (AP), Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP), Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB), Program Nasional, Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), Hak Pasien dan Keluarga (HPK), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Manajemen Komunikasi dan Edukasi (MKE), Manajemen Informasi dan Rekam Medis (MIRM), dan Integrasi pendidikan kesehatan dalam pelayanan di rumah sakit (IPKP). (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *