Karena Virus Corona, 26 Mahasiswa Papua Dipulangkan dari China

Kepala Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, Aryoko A.F Rumaropen.

JAYAPURA (PB.COM) – Pemerintah Provinsi Papua memulangkan 26 mahasiswanya yang tengah menempuh studi di sejumlah kota di China. Pemulangan ini berkaitan dengan merebaknya virus corona yang mulai terdeteksi dari Kota Wuhan.

Kepala Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, Aryoko A.F Rumaropen menyebutkan, dari 29 mahasiswa yang menempuh pendidikan di China, sebanyak 26 telah dipulangkan ke Indonesia.

“Jadi 26 mahasiswa asal Papua yang kuliah di China sudah tiba di Jakarta, Jumat (31/1) pagi sekitar pukul 08.00 Wib,” ungkap Aryoko, kepada pers di Jayapura, Jumat (31/1/2020).

Sedangkan  tiga orang lainnya akan berangkat tanggal 4 dan 7 Februari. “Tiga mahasiswa tersisa di China masih ada urusan kampus yang perlu selesaikan, tiketnya kami sudah siapkan,” ujar Aryoko.

Katanya, kondisi di China saat ini sangat mengakhawatirkan akibat virus corona, sehingga pemerintah Indonesia terlebih khusus pemerintah Papua untuk sementara menarik mahasiswanya.

“Puji Tuhan, sampai dengan hari ini anak-anak Papua dalam kondisi sehat, atas perintah bapak gubernur kami sudah mengambil langkah untuk memulangkan anak-anak Papua yang berada di China,” katanya.

Aryoko menambahkan, mahasiswa Papua yang sudah tiba di Jakarta dinyatakan sehat setelah melalui proses karantina di bandara Soekarno Hatta.

“Kita bersyukur bahwa mereka (mahasiswa) semua dalam keadaan sehat. Mereka akan pulang ke Jayapura,” ucapnya.

Di kesempatan itu, Aryoko menegaskan, mahasiswa Papua tidak ada yang belajar di universitas Wuhan. “Mahasiswa kami ada 29 di China, tersebar di beberapa kota, kalau di Wuhan tidak ada mahasiswa Papua,” tegasnya.

Aryoko mengimbau kepada orang tua mahasiswa untuk tidak perlu khawatir, karena Pemerintah Provinsi Papua akan bertanggungjawab membiayai kepulangan mahasiswa dari China ke Papua.

“Kami imbau kepada orang tua, LSM dan pemerhati pendidikan, jika ingin mengetahui informasi soal keberadaan mahasiswa harus konfirmasi kepada pemerintah Papua, jangan menyebarkan informasi miring yang tidak bertanggung jawab ke media,” imbaunya. (Andi/Frida)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *