Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Papua Christina L Mano, mengukuhkan Majelis Pembimbing Satuan Karya (Saka) Kalpataru Papua periode 2017-2022, di kantor Laboratorium Lingkungan Hidup Kotaraja, Jayapura, Sabtu (11/11/2017).

JAYAPURA (PB) – Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Papua Christina L Mano, mengukuhkan Majelis Pembimbing Satuan Karya (Saka) Kalpataru Papua periode 2017-2022,  di kantor Laboratorium Lingkungan Hidup Kotaraja, Jayapura, Sabtu (11/11/2017).

Ketua Majelis Pembimbing Saka Kalpataru Papua, Noak Kapisa yang juga kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup selanjutnya melantik Pengurus Saka Kalpataru Daerah Gerakan Pramuka Papua. Kepengurusan Saka Kalpataru Papua diketuai Ir. Martha Mandosir, M. Si, Ketua Harian Ir. Frans B Linthin, Wakil Ketua Iriana Samuel, SH.MM, Sekretaris Lina Agustina, ST.MM, Bendahara Fera Randebua, A.Md dan beberapa anggota lainnya. “Semoga kakak-kakak yang sudah dilantik mampu bekerja dengan baik dan berguna bagi masyarakat Papua ke depan,” kata Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Papua Christina L Mano.

Saat ini Kwarda Papua baru memiliki satu Saka yakni Saka Kalpataru Kota Jayapura. Ia berharap dengan dilantiknya Saka Provinsi Papua, ke depan bisa terbentuk Saka Kalpataru di kabupaten. “Saya juga mengapresasi kepala Badan Lingkungan Hidup Papua yang sudah membuat gebrakan dengan melakukan pelatihan dan sosialisasi sebelum kepengurusan Saka Kalpataru dilantik,” ujarnya.

Dengan terbentuknya kepengurusan Saka Kalpataru Papua, diharapkan bersama pemerintah setempat untuk sama-sama peduli terhadap lingkungan hidup. “Kita ini Saka yang benar-benar mencintai lingkungan hidup, sehingga pengurus yang dilantik bisa membuat satu gebrakan khususnya bagaimana mencintai lingkungan hidup,” tukasnya.

Saat ini di Provinsi Papua khuusnya di Kabupaten dan Kota Jayapura banyak lingkungan yang sudah rusak. Oleh sebab itu, kakak-kakak pengurus Kalpataru Papua diharap ke depan bisa membuat program yang berpihak kepada lingkungan.

Selain itu, Saka Kalpataru Papua diharapkan juga dapat bekerjasama dengan kelompok-kelompok pencinta alam lainnya, sehingga gerakan pramuka di bawah binaan Saka kalpataru Papua benar-benar menjadi contoh untuk mencintai alam yang ada di sekitarnya.

Sementata itu, Ketua Majelis Pembimbing Saka Kalpataru Papua Noak Kapisa mengatakan, Saka Kalpataru adalah wadah untuk menanamkan kepedulian dan rasa tanggungjawwab dalam mengelola, menjaga dan mempertahankan serta melestarikan lingkungan.

Ia menyebutkan, program jangka pendek yang akan dilakukan ke depan adalah memperkenalkan Saka Kalpataru kepada semua pihak kemudian melakukan gerakan aksi di lapangan. Seperti penanaman pohon di beberapa wilayah di kabupaten/kota Jayapura, khusunya di jalur-jalur hijau. Karena Saka Kalpataru adalah wadah pendidikan, maka pihaknya akan melakukan sosialisasi cinta lingkungan hidup di sekolah-sekolah. “Pramuka kan sudah terbentuk di sekolah-, sehingga kita akan memberikan penguatan kembali bagaimana generasi muda yang ramah pada lingkungan hidup,” tandasnya. (YMF/Ed-Fri)

Facebook Comments Box