Kunjungi RSUD Biak, Lukas Enembe Dengar Aspirasi Warga

Cagub Papua Lukas Enembe mendengar keluhan sejumlah warga yang berobat di RSUD Biak, Kamis (08/03/2018)

BIAK (PB)—Calon Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP.MH melakukan kunjungan ke RSUD Biak, Kamis (08/03/2018) usai melakukan blusukan ke Pasar Ikan Biak. Beberapa ruangan dikunjungi Lukas, di antaranya ruang rawat inap wanita, ruang bedah, ruang rawat inap anak.

Di fasilitas kesehatan terbesar wilayah Saireri ini, Lukas Enembe juga melakukan interaksi dengan masyarakat yang datang berobat dang mendengar keluh kesah mereka. Misalnya saja masalah obat-obatan yang harus dibeli oleh pasien. Bahkan ketersediaan darah dan obat-obatan di rumah sakit yang sangat minim. Kemudian masalah gaji cleaning service rumah sakit yang di bawah UMP sehingga dinilai tidak adil.

Menurut Lukas, masalah yang dihadapi oleh RSUD Biak pada dasarnya juga terjadi di seluruh rumah sakit di Papua bahkan Indonesia. Untuk itu, dalam rangka menangani masalah-masalah pelayanan kesehatan, pihaknya sudah membuat Kartu Papua Sehat (KPS) untuk orang asli Papua.

“KPS berbeda dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Kalau untuk KPS itu adalah program LUKMEN sedangkan KIP adalah program Presiden Joko Widodo. Pada umumnya kedua kartu itu bagus untuk membantu meringankan beban masyarakat,” imbuh Enembe.

Selama era kepemimpinannya, tercatat sudah ada dana sebesar Rp 1,4 Triliun yang digunakan untuk membiayai KPS.

Seorang warga Biak tampak antusias berdialog dengan Cagub Lukas Enembe. Sosok sederhana dan merakyat yang dimiliki Lukas membuat rakyatnya selalu mudah bertemu dan berdialog dengannya penuh persaudaraan dan keakraban.

Lukas mengakui, permasalahan yang dihadapi di Biak hampir sama juga di daerah lain. Dengan fiskal yang masih rendah yang berujung kepada tidak mampunya membiayai kebutuhan.Bahkan, Kabupaten Biak Numfor salah satu daerah yang tidak besar potensi pendapatan daerahnya dan hanya bergantung kepada DAU dan dana Otsus.

“Dana Otsus Biak hanya Rp 100 miliar tapi tidak cukup. Dan orang selalu bilang dana Otsus itu besar tapi sesungguhnya kecil karena dibagi ke pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan ekonomi. Oleh karena itu, saya berharap orang yang bekerja di rumah sakit baik itu tenaga medis maupun cleaning service bisa mendapatkan gaji yang layak tapi melaksanakan pelayanan kesehatan yang baik,” pinta Lukas.

Pemkab Biak Numfor, tambah Lukas, sudah seharusnya melihat persoalan ini meskipun memiliki APBD yang cukup dan jumlah pegawai yang mencapai 40 ribu lebih.

“60 persen dana dari APBD Biak itu pasti habis untuk belanja pegawai sementara pendapatan asli daearahnya tidak ada. Oleh karena itu, siapapun menjadi Bupati nantinya harus hati-hati kelola dana,” pungkasnya.

Kampanye pasangan Calon Gubernur Papua dan Calon Wakil Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH dan Klemen Tinal, SE, MM atau yang akrab dikenal LUKMEN memasuki wilayah Saireri dibagi menjadi dua bagian.

Dimana Calon Gubernur Papua, Lukas Enembe melakukan kampanye secara tatap muka di Biak Numfor dan Supiori sedangkan Calon Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal. SE.MM melakukan kampanye di Kepulauan Yapen dan Waropen. (Stysan/Humas KPB II)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *