Kebutuhan BBM Meningkat, Disperindakop Yahukimo Minta Tambahan Kuota BBM

Pelabuhan Logpon, Yahukimo yang menjadi akses suplai BBM dari Timika (sumber foto: wonepapua.com)

JAYAPURA (PB.COM)—Seiring pertumbuhan ekonomi di KabupatenYahukimo, Papua yang kian pesat, tingkat kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah itu pun terus melonjak naik. Oleh karena itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Yahukimo meminta kepada Pertamina untuk menambah kuota BBM yang disuplai ke wilayah itu.

“Apalagi, saat ini ketersediaan BBM di Yahukimo sangat bergantung dari pasang surutnya air Sungai Brasa. Jika air Sungai Brasa sedang surut, kapal pengangkut BBM tidak dapat bersandar di dermaga Logpon dan berimbas pada kelangkaan BBM. Jadi kami minta kuota BBM ditambah sehingga saat air sungai pasang bisa dipasok, ada persediaan saat air sungai surut,” kata Kepala Disperindagkop  Yahukimo Yulius Agaki kepada papuabangkit.com di Dekai, Senin (26/08/2019).

Menurut Agaki, untuk menjawab persoalan ini, Pemkab Yahukimo tengah mendorong dibangunnya dermaga di Kampung Pepera Distrik Suator, Kabupaten Asmat dan menghadirkan jober pertamina untuk melayani kebutuhan warga akan BBM.

Sementara itu, Heru Gunadi, koordinator tim survei PT Patra Logistik selaku  anak perusahaan milik PT Pertamina memperkirakan kebutuhan BBM untuk Yahukimo dan Asmat mencapai 1.200 kilo liter per bulan.

“Dalam rencana pepera nantinya menjadi suplai point BBBM, bukan hanya bagi warga Yahukimo dan Asmat namun juga melayani beberapa wilayah lainnya,” kata Heru saat meninjau lokasi pembangunan dermaga di Kampung Pepera.

Secara geografis, Kampung Pepera Distrik Suator adalah wilayah Kabupaten Asmat. Namun kampung ini lebih dekat dengan Kota Dekai Ibukota Kabupaten Yahukimo dan menjadi pintu masuk pengiriman BBM melalui jalur transportasi sungai. Oleh alasan itu, Pemkab Yahukimo bersinergi dengan Pemkab Asmat demi terwujudnya BBM satu harga.

“Pembangunan jober ini juga untuk mendekatkan pelayanan pertamina di wilayah Pegunungan Papua sehingga masyarakat akan mendapatkan BBM dengan harga yang sama seperti di tempat lainnya,” katanya.

Heru menjelaskan, pasca pertemuan antara Pemkab Yahukimo dan PT. Patra Logistik , tim survey kembali turun ke lokasi pembangunan jobber dan dermaga di Kampung Pepera itu. Pihaknya bersama tim Pemkab Yahukimo turun bersama untuk melakukan pemetaan area.

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Yahukimo John Ronsumbre membenarkan, sejalan dengan pembangunan jober pertamina, Pemkab yahukimo juga  mendorong pembangunan dermaga di Kampung Pepera.

Selain itu, Pemkab Yahukimo tengah membangun ruas jalan yang menghubungkan Kampung Keyke di Kabupaten Yahukimo dengan Kampung Pepera Kabupaten Asmat.

“Nantinya ruas Jalan Keyke-Pepera ini dapat digunakan untuk pengiriman BBM melalui jalur transportasi darat sehingga suplai BBM ke Yahukimo tidak lagi tergantung pada pasang surutnya kali Brasa seperti yang selama ini terjadi,” kata Ronsumbre. (Paul Karma/Diskominfo Papua)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *