Jubir Covid Papua: “Kasihan, Demi Selamatkan Pasien, Petugas Medis Dua Pekan Tak Bertemu Keluarga”

Jubir Satgas Covid Papua dr Silwanus Sumule bersama tim dan tenaga medis rumah sakit berdoa sebelum melepas jenazah.

JAYAPURA (PB.COM)—Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K) meminta masyarakat untuk tetap mematuhi himbauan pemerintah dan protokol kesehatan dengan menjaga jarak sosial (social distancing), menghindari kerumunan, tetap di rumah dan menjaga kesehatan dengan rajin mencuci tangan, konsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup. Sebab masyarakat adalah garda terdepan dari penanganan wabah corona ini, bukan petugas medis.

“Kasus positif kita masih terus bertambah, ada juga meninggal. Masyarakat itu garda terdepan, bukan petugas medis. Para dokter perawat adalah garda terakhir. Kami mohon dukungan masyarakat kepada kami tim satgas, secara khusus kepada para petugas medis, patuhilah himbauan pemerintah. Kasihan, petugas medis yang merawat pasien Covid, dua minggu tidak bisa pulang ke rumahnya bertemu keluarga karena mereka harus jalani isolasi,” ujar dr. Sumule saat memberi keterangan pers secara virtual kepada wartawan di Jayapura, Selasa (07/04/2020).

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K)

Menurut Sumule, sejauh ini isolasi yang dijalani para petugas medis dilakukan di fasilitas yang disiapkan oleh setiap rumah sakit di Papua yang merawat pasien yang sudah dinyatakan positif.

“Memang ada pimpinan daerah yang sudah menawarkan agar ke depan para medis nanti kita isolasi di hotel-hotel tertentu, tapi itu nanti. Hingga saat ini, belum ada petugas yang terpapar, tapi kami satu dua hari ini akan mengidentifikasi dari semua kabupaten yang punya pasien, berapa petugas yang positif terpapar dan kami sampaikan ke media,” katanya.

Dua Meninggal, Lima Positif

Pria yang juga menjabat Sekretaris Dinas Kesehatan Papua ini menguraikan, berdasarkan data hasil pemeriksaan per Selasa (07/04/2020) Pkl. 18.00, jumlah kumulatif  positif Covid-19 di Provinsi Papua sebanyak 31 kasus, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 44 orang, dan terdapat 3.262 Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau turun sebanyak 236 orang dibanding sehari sebelumnya. Sementara ada 2 pasien yang meninggal, yakni 1 di Kota Jayapura dan 1 di Mimika.

Data infografis Covid-19 Papua per 7 April 2020.

“Tambahan kasus positif ini,  1 di Kota Jayapura, 1 di Mimika, dan 3 di Kabupaten Jayapura. Dari pasien positif yang ada, sebanyak 22 orang sedang dirawat dengan kondisi sakit ringan, sedang dan berat. Data yang kami dapatkan, ada 3 pasien yang masih menggunakan alat bantu nafas,” kata Sumule.

Dokter Sumule menjelaskan, pihak Satgas sudah memetakan 4 kabupaten/kota yanbg menjadi perhatian utama, yakni Kota Jayapura dengan 13 kasus positif  (8 sedang dirawat, 3 sembuuh dan 2 meninggal); Kabupaten Jayapura dengan 5 kasus positif dan semuanya tengah dirawat; Mimika dengan 9 kasus positif (7 sedang dirawat dan 2 meninggal), dan Kabupaten Merauke  yang memiliki 4 kasus positif (2 sedang dirawat dan 2 sembuh).

“Sekali lagi, kita beri penghargaan yang luar biasa kepada para petugas kesehatan sebagai garda terakhir. Percayalah, apa yang kita kerjakan ini tidak sia-sia. Kita harus optimis untuk memenangkan pertarungan melawan wabah ini. Kuncinya, sekali lagi, masyarakat dukung kami untuk tetap di rumah. Ingat hastag kita: Saya Jaga Ko, Ko Jaga Saya, Kitong Semua Selamat,” tegasnya. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *