Waspada, Pasien Covid di Papua Yang Meninggal Sudah 7 Orang

Tim Satgas Covid-19 Papua dan Petugas Medis saat mendorong jenazah pasien Covid-19 di RSUD Abepura, Jumat (10/04/2020) pagi.

JAYAPURA (PB.COM)—Bumi Cenderawasih Papua kembali dirundung duka. Jumat (10/04/2020), dini hari, sekitar pukul 03.00 WIT, dua pasien Covid-19 meninggal di dua rumah sakit berbeda di Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Sejak penyebaran wabah virus Corona masuk Papua dimulai dengan ditemukannya 1 pasien positif pertama kali di RSUD Merauke pada 22 Maret 2020, hingga Kamis (10/04/2020) siang, data yang ada di Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Papua menunjukkan ada 48 warga sudah dinyatatakan positif dimana sudah ada 7 orang yang meninggal, yakni 3 di Kota Jayapura, 3 di Kabupaten Mimika dan 1 di Kabupaten Jayapura.

Jenazah bersiap diantar menuju pemakaman dengan mobil ambulance.

Kabar baiknya, sudah ada 7 orang sudah dinyatakan sembuh, 34 orang sedang dalam perawatan, sementara jumlanh Pasien DalamPengawasan (PDP) sebanyak 60 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 3.087 orang.

Data yang diterima redaksi melalui pesan whatsapp group (WAG) terkait dua pasien yang baru meninggal ini, satu pasien laki-laki (78)  meninggal di RSUD Abepura pukul 03.00 WIT.  Sedangkan pasien lainnya adalah perempuan (53), meninggal dunia di salah satu rumah sakit swasta di Kota Jayapura, hanya berselang berapa menit kemudian dari pasien pertama.

Menurut sejumlah informasi, pasien laki laki (78) diduga tertular saat menghadiri pemakanan anaknya di Jakarta yang juga terinfeksi covid-19 bulan Maret lalu.

“Satu korban positif meninggal di RS Abepura, usia 78 tahun dan satu terdata sebagai warga Kabupaten Jayapura,” kata Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano melalui WA singkat kepada jurnalis dalam WAG.

Kendati demikian, pemakaman kedua jenazah pasien covid-19 dilakukan di wilayah Kota Jayapura. Sebab hingga kini, Pemda Kabupaten Jayapura belum menyiapkan makam khusus bagi korban keganasan Covid-19.

“Atas nama kemanusiaan dan sebagai  bentuk kasih, dan sesuai dengan protokol yang ditetapkan WHO, saya Wali kota terima untuk (pasien warga Kabupaten Jayapura itu) dimakamkan di Kota Jayapura,” kata Wali Kota BTM.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Khairul Lie, SKM, M.Kes menjelaskan, pasien yang meninggal di salah satu rumah sakit swasta di Kota Jayapura merupakan warga Kabupaten Jayapura berdomisili di Pasar Lama Sentani.

Namun Lie yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jayapura belum mengetahui riwayat pasien tersebut apakah terkena sampai positif covid-19 karena dia langsung datang ke RSDH untuk berobat.

“Kita belum tahu pasien ini masuk cluster mana, nanti baru di tracing di Dian Harapan karena dia langsung ke sana untuk berobat,’’ jelasnya.

Lie juga membantah jika pasien itu tenaga medis seperti isu yang beredar. Sebab wanita itu penduduk biasa. “Bukan tenaga medis, dia tinggal di Pasar Lama Sentani,’’ ujarnya. (Gusty Masan Raya)

 

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *