Mereka Berhasil Pulang, Setelah Covid Kalah dan Menghilang

Para pasien yang sudah dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang setelah dua pekan lebih dirawat di RSUD Jayapura.

 

Momen bahagia dan haru mewarnai lorong RSUD Jayapura. Siang itu, Senin, 20 April 2020. Sebanyak tujuh pasien Covid-19, 4 laki-laki dan 3 perempuan, berdiri dengan poster di tangan.

 

BAGAI TAHANAN yang menghirup udara bebas, begitulah keceriaan yang menyelimuti wajah mereka. Di samping kiri, berdiri sejumlah dokter dan perawat. Tiga orang dari mereka, juga memegang poster berisi motivasi itu. Lorong seluas satu setengah meter itu adalah lorong yang menghubungkan ruang isolasi, tempat mereka dirawat selama dua pekan lebih.

Papuabangkit.com dan sejumlah jurnalis berkesempatan ikut melewati lorong itu, sebelum mereka keluar dari arah kanan. Ini pertama kalinya, jurnalis di Jayapura meliput, bertatap muka langsung, dan mewawancari pasien Covid dari dekat. Sebagai manusia, rasa cemas dan kuatir tentu ada.

Maka ketika rombongan  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Dr. Ridwan Rumasukun didampingi Direktur RSUD Jayapura, drg. Aloysius Giyai, M.Kes berjalan meninjau ke ruang ICU melewati lorong yang sama di belokan kiri, beberapa di antara kami, jurnalis, mulanya saling tolak. Enggan bergerak. Tapi, akhirnya memberanikan diri untuk berjalan maju juga.

Suasana pelepasan 7 pasien yang sembuh di RSUD Jayapura.

Acara pelepasan pasien Covid-19 ini memang sengaja digelar direksi RSUD Jayapura. Manakala warga di Bumi Cenderawasih sedang resah melihat angka kasus positif terus bergerak naik hingga 107 orang, dimana 7 orang telah meninggal dunia, kabar kesembuhan 7 pasien ini menjadi angin segar. Menambah jumlah orang yang sembuh menjadi 29 orang.

Warta ini menjadi oase sekaligus harapan, setidak-tidaknya untuk tidak menimbulkan kepanikan dan rasa cemas berlebihan masyarakat lain, yang justru bisa menurunkan imun tubuhnya. Juga tentu tidak membuat masyarakat menganggap remeh dan lupa himbauan pemerintah.

Siang itu, Senin, 20 Maret 2020, tepat di tikungan lorong rumah sakit peninggalan Belanda itu, Direktur Aloysius Giyai yang tampak berjas, sibuk mengatur barisan. Memulai acara seremoni ini dengan sambutannya. Menyusul, apresiasi dari Penjabat Sekretaris Daerah Papua Dr. Ridwan Rumasukun dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Dr. Robby Kayame, SKM.M.Kes atas perjuangan tim medis RSUD Jayapura.

Yakin Pasti Sembuh

Ketika dua pasien diberi kesempatan memberi testimoni, semua jurnalis mengarahkan kamera dan mendekatkan tape recorder dan handphone untuk merekam. Seperti biasa. Tanpa rasa takut. Dalam jarak tak sampai satu meter. Mengandalkan masker sebagai pengaman.

Ucapan syukur, pengakuan atas baiknya pelayanan, dan juga harapan mengalir.

“Saya berterimakasih kepada tim perawat dan dokter di RSUD Jayapura yang pagi, siang, malam melayani kami dengan senyum tulus dan sangat menghargai kami. Sekali lagi, terima kasih kepada Dokter Viktor dan semua perawat. Pelayanan rumah sakit ini luar biasa. Fasilitasnya lengkap. Kami seperti tinggal di dalam hotel,” kata Mustakin (40 tahun), salah seorang pasien Covid yang sembuh.

Direktur RSUD Jayapura drg. Aloysius Giyai, M.Kes bersama Penjabat Sekda Papua Dr. Ridwan Rumasukum dan Kepala Dinas Kesehatan Papua Dr. Robby Kayame, SKM.M.Kes berfoto bersama dengan tim medis dan pasien Covid-19 yang sembuh.

Oleh karena itu, Mustakin meminta warga Papua yang memiliki riwayat kontak dengan pasien, entah dirinya atau pasien yang lain, tak perlu merasa takut untuk segera melapor diri ke petugas kesehatan agar diperiksa lebih dini.

“Jangan takut, rumah sakit di Papua dapat menyembuhkan, dan kami buktinya,” ujarnya.

Pasien lainnya, Mei Ernawati Zega (21 tahun) mengakui, berkat kerja keras para medis di RSUD Jayapura, dirinya bisa sumbuh dan diijinkan pulang.

“Ini sebuah anugerah yang diberikan Tuhan kepada kami. Semoga pasien yang lain bisa sembuh. Pesan saya kepada para pasien yang saat ini masih dirawat, jangan stress, lalukan hal-hal yang bisa membuat kita senang. Jangan panik, karena petugas kesehatan selalu ada untuk kita,” kata Mei.

Dokter Viktor, spesialis penyakit paru yang mejadi “komandan” tim medis bagi pasien Covid di RSUD Jayapura, turut senang. Sebab ketujuh pasien dan tiga pasien lainya yang lebih dulu pulang, rata-rata taat pada anjuran medis dan  memiliki semangat untuk sembuh.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Dr. Robby Kayame, SKM.M.Kes ketika memberikan bingkisan terima kasih kepada dr. Viktor, selaku ketua tim medis yang melayani pasien Covid di RSUD Jayapura.

“Itu dibuktikan dengan kehidupan mereka selama dua minggu di rumah sakit. Semua anjuran yang kami berikan, selalu dilakukan dengan senang hati. Kami selalu berusaha untuk mempertahankan imunitas tubuh pasien tetap stabil. Jangan sampai drop, karena kalau drop, akan membahayakan pasien itu sendiri,” ujarnya.

Direktur RSUD Jayapura drg. Aloysius Giyai, M.Kes mengaku bangga atas kinerja pasukan medisnya yang setia dan penuh pengorbanan. Pada kesempatan itu, ia meminta agar masyarakat Papua, khususunya yang tempat tinggalnya berdekatan dan mengenal para pasien agar tidak mem-bully atau memberi stigma negatif terhadap mereka.

“Jangan menjauhi atau mengucilkan mereka. Buktinya tim medis di Jayapura, sejak awal saya selalu minta mereka, perlakukan pasien Covid layaknya manusia. Ajak mereka bicara, dengarkan cerita mereka, agar mereka punya semangat kuat untuk sembuh. Jangan takut. Buktinya, semua tenaga medis yang layani mereka, kontak dengan mereka, sudah ikut rapid test, semuanya negatif. Puji Tuhan,” ujar Aloysius.

Direktur RSUD Jayapura, Aloysius Giyai, M.Kes di sela-sela acara pelepasan pasien.

Di hadapan Penjabat Sekda dan Kadinkes Papua, Aloysius juga berbicara tegas. Tentang komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik, di tengah keterbatasan fasilitas, jumlah tenaga kesehatan dan anggaran yang minim.

“Oleh karena itu, kami mohon pengertian, jika kami ada usulkan anggaran, itu berarti memang mendesak, mohon direspon. Kami paham bahwa mengeluarkan uang negara itu tidak mudah, ada aturan dan akan audit. Tapi ingat, kami sedang bertempur dengan wabah ini. Ini urgen dan mohon diprioritaskan. Kami tidak mengeluh, kami siap bekerja menyembuhkan pasien. Kami berjuang keras agar tidak ada yang meninggal,” tegas Aloysius.

Langit Kota Jayapura tak bersahabat siang itu. Hujan gerimis turun, disertai petir yang menggelegar, mewarnai kepulangan mereka. Tapi itu tak mengurangi sinar ceria yang terpancar di wajah mereka. Maut dan kecemasan berlebihan, telah mereka menangkan!

Selamat kembali ke rumah! Selamat bertemu keluarga! Tetaplah mematuhi anjuran dokter dan himbauan pemerintah! Sa Jaga Ko, Ko Jaga Saya, Kitorang Semua Selamat! (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *