Pemerintah Kabupaten Kota Diminta Disiplinkan Warganya Saat Pandemi Covid-19

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, SE.MM saat diwawancara wartawan.

JAYAPURA (PB.COM) – Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, SE.MM meminta pemerintah kabupaten/kota agar lebih tegas kepada masyarakat terutama dalam meningkatkan disiplin saat pandemi Covid-19.

“Mungkin angkot dievaluasi lagi, bagaiman cara duduknya, memakai masker bagi penumpang. Jadi pemerintah kabupaten dan kota yang punya rakyat di sini saya minta ketegasan kepada rakyatnya. Kasihan rakyatnya, saya kira kalau seperti ini bukan kebijakan yang baik, jadi tolong dilihat lagi agar ke depannya bisa lebih baik untuk rakyat. Kita tidak perlu berdebat ini fakta. Walau pun pahit harus disampaikan agar masyarakatnya sehat,” tegasnya kepada wartawan, Sabtu (2/5/2020).

Menurut Wagub, masalah disipilin perlu ditingkatkan untuk mencegah dan mengurangi penderita Covid-19. Dengan harapan penyebaran penyakit asal Wuhan, China tersebut dapat diselesaikan dengan baik. “Sebab rata-rata dalam seminggu terakhir ini jumlah yang terpapar positif mencapai 10 orang,” tandasnya.

Ia menjelaskan, disiplin dapat mencegah penyebaran Covid-19, artinya masyarakat tidak melakukan aktivitas di luar rumah dan menaati aturan yang telah disepakati.

‘Saat keluar rumah harus menggunakan masker. Dengan demikian kita bisa mencegah. Nah ini yang mau kita sampaikan, mari kita lebih disiplin, apapun hal  yang ingin dilakukan, kalau itu sangat tidak penting, tidak usah keluar, diam saja di rumah,” tegasnya.

Ia menyebut dengan berdiam diri di rumah dapat menambah 80 persen kesembuhan, dengan demikian salah satu hal penting menekan penularan Covid-19 dibutuhkan kesadaran masyarakat. “Kesadaran masyarakat belum efektif,” ucapnya.

Khusus untuk Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Mimika, Kabupaten Keerom dan Kabupaten Nabire masyarakatnya diminta berhati-hati dan tidak menganggap enteng Covid-19.

“Saya minta masyarakat hati-hati jangan angap enteng, bupati dan walikota harus tegas lagi, harus kurangi aktivitas dan virus ini menyebar melalui interaktif sosial. Sebab kalau tidak dibatasi maka akan mengalami peningkatan,” tambahnya. (Toding)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *