Peringatan Harganas di Padang Juni Mendatang Batal

Kepala BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar, SE.M.Si bersama sekretaris dan para kepala bidang dan para staf mengikuti pertemuan secara virtual di Aula BKKBN Papua.

JAYAPURA (PB.COM)—Akibat wabah virus corona atau dikenal Covid-19, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) batal menggelar acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-XXVII di Kota Padang, Sumatera Barat, yang sedianya berlangsung pada 11-14 Juni 2020 mendatang.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, Sarles Brabar, SE.M.Si mengatakan penundaan itu dilakukan selain karena larangan menggelar acara yang mengumpulkan banyak orang guna memutus mata rantai penularan virus, juga karena terkait anggaran yang difokuskan untuk penanganan dan pencegahan wabah ini.

“Kita alami recofusing anggaran besar-besaran sehingga kegiatan Harganas di Padang dibatalkan. Semua angggaran dikembalikan ke kas negara untuk penanganan Covid-19. Kita berharap agar tahun 2021 situasi sudah normal dan Harganas bisa kembali digelar seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Sarles Brabar kepada papuabangkit.com melalui telepon selulernya, Senin (11/05/2020).

Menurut Sarles, pengurangan anggaran yang besar tentu berpengaruh terhadap program BKKBN di Papua tahun ini. Yang saat ini berjalan, katanya, hanyalah Program Prioritas Nasional seperti pencegahan dan penanggulangan stunting, program keluarga berencana seperti pengadaan alat kontrasepsi, dan kegiatan edukasi rutin untuk kesehatan masyarakat.

“Tetapi kita tidak tahu perkembangan, apakah Juli keadaan ini sudah normal. Jika ya, kita tunggu Pusat yang akan ambil kebijakan terkait program dan anggaran. Intinya kita berharap, semoga wabah ini cepat selesai,” katanya.

Sarles mengakui, sejak keluarnya himbauan dari Pemerintah Pusat untuk mewajibkan orang tinggal di rumah saja (stay at home) dan bekerja dari rumah (work from home) dalam rangka mencegah penularan Covid, para pegawai di lingkup Perwakilan BKKBN Provinsi Papua juga telah mengikutinya sejak Maret 2020 lalu.

“Setiap hari hanya saya selaku kepala perwakilan, lalu setiap bidang 2 orang secara bergilir ke kantor. Lalu kita virtual meeting dengan BKKBN Pusat. Yang lain kerja dari rumah,” tutupnya. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *