1 Positif Covid dan 2 PDP di Papua Meninggal

Tim URC UP2KP saat menurunkan peti jenazah pasien PDP di pemakaman khusus Covid-19 di Buper Waena, Kamis (21/05/2020)

JAYAPURA (PB.COM)Sebanyak 3 pasien terkait Covid-19 di Provinsi Papua meninggal dunia, Kamis (21/05/2020). Ketiga pasien itu terdiri dari 1 pasien positif  yang berasal dari Kabupaten Mimika dan 2 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di RS Dian Harapan Waena, Jayapura.

“Pasien positif yang di Mimika meninggal setelah 13 hari dirawat. Dia punya penyakit penyerta, dari Freeport. Sedangkan 2 PDP meninggal di RS Dian Harapan, keduanya memang hasil Rapid Test-nya reaktif. Tetapi hasil pemeriksaan swab belum keluar. Kita berharap hasil PCR negatif. Atas nama Tim Satgas Covid Papua kami menyampaikan turut berduka yang sedalam-dalamnya bagi keluarga yang ditinggalkan,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K) saat memberi keterangan pers secara virtual dari Media Center Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Kamis (21/05/2020).

 Jenazah kedua PDP telah dimakamkan oleh Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) sebagai bagian dari Unit Reaksi Cepat (URC) Covid-19, Kamis (21/05/2020) sore di Pemakaman khusus Covid di Buper Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura.

“Kami dari UP2KP sudah makamkan sore tadi. Keduanya adalah PDP karena hasil Rapid Test-nya positif alias reaktif. Sementara hasil pemeriksaan Swabnya belum kelua. Keduanya adalah AT (51) laki-laki dan SW (32) perempuan, memiliki riwayat penyakit penyerta yaitu diabetes dan paru-paru,” kata Kepala Bidang Respon Emergency UP2KP Darwin Rumbiak, S.Kep Darwin kepada papuabangkit.com, Kamis petang.

Menurut Darwin, pemakaman kedua jenazah ini menggunakan protokol Covid-19 dikawal oleh Pospol Heram. Turut hadir, Wakil Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum, M.Kes dan Ketua Harian UP2KP Esau Rumbiak, SH.

“Dengan protokol pemakaman seperti ini, kemungkinan penyebaran virus bisa dicegah. Kita belajar dari kejadian Senin 18 Mei 2020 lalu. Ada pasien PDP di Hamadi yang dikuburkan tanpa protokol Covid, dan setelah test PCR keluar, ternyata orang itu positif. Resikonya besar,” tegas Darwin.

Dalam video dan foto di Whatsapp Group (WAG) UP2KP Papua, terlihat enam anggota lembaga pengawal kesehatan itu dengan pakaian hazmat putih menggotong dan menurunkan kedua peti jenazah di tempat pemakaman khusus Covid di Buper. Di samping makam, tampak alat gali bes excavator Hitachi yang siap mengeruk dan menutup liang lahat itu. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *