Membidik Gerhana Matahari Cincin di Kota Jayapura

*Oleh Petrus Demon Sili, M.Si

 

SALAH SATU TUGAS POKOK dan fungsi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diamanatkan dalam UU RI nomor 31 tahun 2009 adalah melakukan pengamatan dan menyampaikan informasi pelayanan tanda waktu, termasuk di dalamnya adalah informasi Gerhana Bulan dan Matahari. Untuk itu BMKG akan melakukan pengamatan dan menyampaikan informasi Gerhana Matahari Cincin (GMC) tanggal  21 Juni 2020 di beberapa tempat diwilayah Indonesia, diantaranya di Kantor BMKG Balai Besar Wilayah V Entrop Kota Jayapura.

Definisi Gerhana Matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga pancaran cahaya matahari tidak semuanya sampai ke Bumi. Gerhana Matahari Cincin (GMC) terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi tepat segaris dan pada saat itu piringan Bulan yang teramati dari Bumi lebih kecil daripada piringan Matahari. Akibatnya saat puncak gerhana, Matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya.

Pada tahun 2020 ini diprediksi terjadi dua kali gerhana matahari yaitu:

  1. Gerhana Matahari Cincin (GMC) tangga 21 Juni 2020 yang dapat diamati di Indonesia berupa Gerhana Matahari Sebagian, kecuali di sebagian besar Jawa dan sebagian kecil Sumatera bagian Selatan.
  2. Gerhana Matahari Total (GMT) tanggal 14 Desember 2020 yang tidak dapat diamati di Indonesia.

GMC yang terjadi pada tanggal 21 Juni 2020, mulai gerhana paling awal adalah di Kota Sabang, Aceh, yang terjadi pada pukul 13.16.00,5 WIB. Dan di kota Sabang inipun terjadi puncak gerhana paling awal yaitu pada pukul 14.34.52,4 WIB. Durasi gerhana paling lama akan terjadi di Sabang, Aceh, yaitu selama 2 jam 27 menit 11,1 detik. Sedangkan Kota yang akan mengalami waktu puncak gerhana paling akhir adalah Agats Provinsi Papua, yaitu pukul 17.37.26,3 WIT.

Secara umum, gerhana dapat diprediksi waktu dan tempat kejadiannya. Untuk memprediksi keberulangannya secara global, gerhana dikelompokkan ke dalam suatu kelompok yang disebut siklus Saros. Gerhana-gerhana pada siklus Saros tertentu akan berulang hampir setiap 18 tahun. Gerhana Matahari sebelumnya yang berasosiasi dengan gerhana ini adalah GMC 10 Juni 2002. Adapun gerhana yang akan datang yang berasosiasi dengan gerhana ini adalah GMC  tanggal 2 Juli 2038.

A. Visibilitas Gerhana Matahari Cincin (GMC) Tanggal 21 Juni 2020 di Provinsi Papua Barat

Gerhana Matahari Cincin tanggal 21 Juni 2020 yang teramati dari Papua Barat adalah berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana pada rentang antara 0,396 di Kaimana hingga 0,477 di Manokwari. Kontak awal terjadi pada jam 16.34 Wit di Kota Waisai diikuti paling terakhir kontak awalnya adalah Kaimana pada jam 16.40 Wit. Secara umum, gerhana di Provinsi Papua Barat akan dimulai pada pukul 16.34 WIT dan puncak gerhana terjadi pada pukul 17.36 WIT. Peristiwa kontak akhir tidak akan teramati di Papua Barat karena mataharinya telah terbenam sebelum peristiwa kontak akhir terjadi. Rata-rata durasi gerhana, yang terhitung sejak kontak awal hingga matahari terbenam di semua kota di Provinsi Papua Barat, adalah 1 jam 58 menit.

B. Visibilitas Gerhana Matahari Cincin (GMC) Tanggal 21 Juni 2020 di Provinsi Papua

Gerhana Matahari Cincin tanggal 21 Juni 2020 yang teramati dari beberapa wilayah di Provinsi Papua adalah  Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana pada rentang antara 0,397 di Kota Agats Kabupaten Asmat hingga 0,504 di Sorendiweri. Secara umum, gerhana di beberapa wilayah Provinsi Papua akan dimulai pada pukul 16.36 WIT dan puncak gerhana terjadi pada pukul 17.37 WIT. Peristiwa puncak gerhana tidak akan teramati di Jayapura, Kepi, Sumohai, Tanah Merah, Merauke, Sentani, Oksibil, dan Waris, karena sebelum fase ini terjadi, Matahari terbenam lebih dahulu, dan diperhitungkan matahari terbenam untuk wilayah Jayapura pada jam 17.38 Wit.

Peristiwa kontak akhir tidak akan teramati di wilayah Provinsi Papua karena Mataharinya telah terbenam sebelum peristiwa ini terjadi. Rata-rata durasi gerhana yang teramati terhitung sejak kontak awal hingga matahari terbenam di semua kota di wilayah Provinsi Papua adalah 1 jam 09 menit.

C. Beberapa Definisi Yang Ada Dalam Informasi Gerhana

  1. Kontak Pertama atau Kontak Awal adalah saat piringan Matahari mulai tampak tertutupi Bulan (Gerhana mulai).
  2. Kontak Kedua adalah saat piringan Matahari mulai tertutup oleh seluruh piringan Bulan (Fase Cincin mulai).
  3. Puncak Gerhana adalah waktu saat piringan Matahari tergerhanai paling maksimum.
  4. Kontak Ketiga adalah saat piringan Matahari terakhir kali tertutup oleh seluruh piringan Bulan (Fase Cincin berakhir).
  5. Kontak Keempat atau Kontak Akhir adalah saat piringan Matahari terakhir kali tampak tertutupi Bulan (Gerhana berakhir).
  6. Durasi Gerhana adalah lama waktu terjadinya gerhana, yaitu sejak Kontak Pertama hingga Kontak Keempat.
  7. Durasi Cincin adalah lama waktu tertutupnya piringan Matahari oleh seluruh piringan Bulan, yaitu sejak Kontak Kedua hingga Kontak Ketiga.
  8. Magnitudo Gerhana adalah perbandingan antara diameter Matahari yang tergerhanai dan diameter Matahari secara keseluruhan saat puncak gerhana terjadi.

*Penulis Adalah Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah V

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *