Dishub Papua Dukung Operasi Patuh Matoa

Dinas Perhubungan Provinsi Papua mendukung operasi Patuh Matoa 2020 yang dilakukan Direktorat Lalulintas (Dirlantas) Polda Papua.

JAYAPURA (PB.COM) – Dinas Perhubungan Provinsi Papua mendukung operasi Patuh Matoa 2020 yang dilakukan Direktorat Lalulintas (Dirlantas) Polda Papua.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Reky D. Ambrauw, S.Sos, M.Si di Jayapura mengaku telah berkoordinasi dengan Dirlantas Polda Papua untuk melakukan Operasi Patuh Matoa.

“Kami mendukung program yang dilakukan Dirlantas Polda Papua terutama bagaimana mengatur adanya social distance. Kami berharap kepada masyarakat agar terbiasa mematuhi rambu lalulintas,” katanya.

Senada dengan itu, Kepala Satpol PP Provinsi Papua Welliam R. Manderi., S.IP., M.Si mengatakan bahwa di Operasi Patuh Matoa 2020 sekarang ini lebih ditingkatkan pada disiplin masyarakat.

“Kami bekerjasama dengan Dirlantas Polda Papua di situasi Covid-19 ini, pengendara bisa menjaga jarak sesuai marka jalan untuk mengurangi penyebaran penularan covid 19,” terangnya.

Namun demikian, pengendara roda dua selalu menggunakan helm dan masker begitu juga waktu di angkutan umum juga wajib menggunakan masker sehingga masa covid ini bisa menjadi kebiasaan baru dan bisa produktif.

“Dalam situasi Covid-19 seperi ini Provinsi Papua trend naik sehingga kunci utama pendisiplinan masing-masing orang untuk memutus rantai covid 19, lakukan protokol kesehatan, jaga jarak, cuci tangan dan selalu gunakan masker,” jelasnya.

Sementara itu, Direktorat Lalulintas (Dirlantas) Polda Papua  Kombes Pol. M. Nasihin mengatakan Polda Papua bersama instansi terkait melaksanakan kegiatan Operasi Patuh Matoa 2020, pelaksanaan ini serentak Se-Indonesia untuk di Papua sendiri Polda Papua dan Polres Polres jajaran.

“Tujuannya adalah mendisiplinkan masyarakat terhadap pelanggaran pelanggran lalu lintas yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang fatal,” tandasnya.

Ia menjelaskan, ada empat prioritas pelanggaran yaitu tidak menggunakan helm, kecepatan kendaraan, Pengendara tidak memiliki SIM, pengendara dalam keadaan mabuk dan lain-lain.

“Mendisiplinkan masyarakat dalam pandemi Covid-19 menghadapi adaptasi baru mampu menerapkan protokol kesehatan terutama di jalan dan transportasi umum,” ucapnya.

Seperti diketahui Operasi Patuh Matoa diselenggarakan selama 14 hari yakni dari 23 Juli sampai 5 Agustus 2020, diharapkan partisipasi masyarakat cukup tinggi menyadari pelanggaran lalu lintas yang mengakibatkan menimbulkan kecelakaan dan mampu menerapkan protokol kesehatan.

“Kita mengajak masyarakat agar semua menggunakan masker dan mencuci tangan,” katanya lagi. (Toding)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *