Angka Kesembuhan Pasien Covid di Papua Capai 85 Persen, Ini Tiga Alasannya

Ilustrasi penanganan pasien Covid.

 

JAYAPURA (PB.COM)—Kabar gembira datang dari Bumi Cenderawasih Papua. Jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh terus bertambah hingga mencapai 85 persen atau 3.024 pasien sembuh dari total kasus kumulatif 3.575 kasus per Selasa (25/08/2020). Sementara yang sedang dalam perawatan 609 orang (14 %) dan meninggal 42 orang (1 %).

“Ada tambahan yang sembuh sebanyak 197 pada hari ini, dengan rincian Kota Jayapura 169 orang, Kabupaten Jayapura 20 dan Mimika 8 orang. Ini angka kesembuhan tertinggi selama ini,” ujar Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K) saat memberi keterangan pers secara virtual kepada wartawan, Selasa (25/08/2020).

Data infografi Covid-19 di Provinsi Papua per 25 Agustus 2020.

 

Menurut Sumule, dengan meningkatnya angka kesembuhan, tidak berarti masyarakat menjadi lalai dan longgar dalam menjalankan protokol kesehatan. Sebab masih saja terjadi tambahan kasus baru setiap hari, dimana per 25 Agustus 2020 terdapat 24 kasus baru, meliputi Kota Jayapura 1 orang, Kabupaten Jayapura 1 orang, Merauke 6 orang, Mimika 5 orang, dan Biak 8 orang.

“Masyarakat tetap jadi garda terdepan.  Kami berterima kasih kepada semua pihak, terutama tim kesehatan di Puskesmas, tim surveilans, dan para tenaga kesehatan yang siang malam bekerja melakukan perawatan di rumah sakit,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan ini.

Alasan Kesembuhan

Tingkat kesembuhan pasien Covid terus meningkat sepekan terakhir. Berdasarkan data, trend positif angka kesembuhan pasien Covid di Papua pekan ini dimulai pada 21 Agustus, dimana terjadi kenaikan 5 persen dari 61 ke 66 persen. Sehari kemudian, pada 22 Agustus, angka kesembuhan naik menjadi 71 persen dan meningkat lagi menjadi 76 persen pada 23 Agustus 2020.

Sebelum mencapai angka kesembuhan hingga 61 persen, rekor pencapaian Provinsi Papua di tingkat nasional pun pernah diraih. Papua meraih urutan kedua kasus sembuh tertinggi di Indonesia setelah Provinsi Bali. Ketika itu, pada 24 April 2020,  angka kesembuhan mencapai 28 %. Data Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua menunjukkan, dari jumlah kasus 137 0rang pasien positif Covid yang yang menyebar di 11 kabupaten/kota, terdapat 38 orang yang sembuh, 92 orang orang sedang dalam perawatan, dan 7 orang meninggal.

Sejumlah pasien yang dinyatakan sembuh dan siap dilepas oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Jayapura pada Juli lalu. Selama beberapa bulan, mereka dirawat di “Rumah Sehat” Hotel Sahid, Entrop.

Dua bulan kemudian, tepatnya 8 Juli 2020, tingkat kesembuhan naik menjadi 51 persen, dimana dari total 2.027 kasus, sebanyak 1.043 orang dinyatakan sembuh, 962 pasien sedang dalam perawatan (49 persen), dan 22 meninggal dunia atau 1 persen. Di hari itu, ada 57 pasien Covid di Papua dinyatakan sembuh. Rinciannya, Kota Jayapura sebanyak 41 orang, Mimika 1 orang, Biak ada 11 orang, dan Kabupaten Jayapura terdapat 4 orang.

Sepekan kemudian, ada data yang menarik. Berdasarkan data Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, 16 Juli 2020, jumlah pasien Covid di Provinsi Papua yang sembuh dan yang sedang dirawat jumlahnya sama yaitu sama-sama 1199. Dari total jumlah kasus kumulatif sebanyak 2424, terdapat 1.195 pasien yang sembuh (49,5%), 1.195 % sedang dirawat(49,5 %) DAN 26 orang meningeal dunia ( 1%).

Seiring lonjakan kasus baru selama Juli hingga Agustus 2020, data juga menunjukkan bahwa pekan angka kesembuhan tertinggi terjadi pada 23 Juli-6 Agustus 2020. Sebanyak 223 pasien dinyatakan sembuh dengan rincian, Kota Jayapura (206 orang), Kabupaten Mimika (5 orang), Kabupaten Merauke (1 orang), dan Kabupaten Jayapura (11 orang).

Dalam wawancara sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Papua Dr. Robby Kayame, SKM.M.Kes menilai ada tiga alasan mengapa tingkat kesembuhan pasien Covid di Papua sangat tinggi.

Pertama, koordinasi dan kerjasama dalam penanggulangan dan penanganan wabah Covid di Papua sangatlah bagus. Ada kolaborasi yang baik antara tim Satgas Covid-19 Provinsi Papua maupun Gugus Tugas kota/kabupaten yang gencar melakukan tracing (penelusuran), testing (pengujian), dan treatment (perawatan). Pasien Covid pun cepat ditangani, baik itu di rumah sakit, karantina terpusat maupun karantina mandiri.

“Hingga hari ini sudah ada pemeriksaan PCR dan TCM sebanyak 37.826 sampel,” katanya.

 Kedua, berdasarkan data Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Papua per 18 Agustus 2020, kelompok umur yang paling banyak terkena Covid di Papua adalah kelompok usia dewasa produktif yaitu 19-58 tahun yaitu sebanyak 86 persen. Sementara usia anak 0-18 tahun sebanyak 9 persen dan kelompok lansia (58 tahun ke atas) sebanyak 5 persen. 

Artinya, kelompok dewasa yang paling dominan terinfeksi Covid  memiliki imun tubuh yang kuat yang mampu melawan virus ini sehingga mereka bisa sembuh. Dan memang rata-rata, 95 persen pasien Covid yang meninggal di Papua adalah para lansia yang memiliki riwayat penyakit penyerta atau kormobid.

Ketiga, dari faktor iklim, suhu udara di Papua yang rata-rata panas antara 29A Celsius hingga 31,8 Celcius ikut menjadi salah satu “penangkal” alami yang membunuh virus.  Hal ini dibenarkan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati mengatakan dari kajian sejumlah ahli menyebut terdapat pengaruh cuaca dan iklim terhadap tumbuh kembang virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *