Demokrat Papua Pastikan SK Yeremias Bisay dan Dominggus Marei Sebagai Calon Bupati dan Wabup Waropen Yang Beredar di Sosmed Adalah Palsu

Dokumen palsu atau hoax berisi SK DPP Demokrat pasangan calon bupati Waropen Yeremias Bisay, SH dan Dominggus MareI yang beredar di media seosial sejak Kamis (27/08/2020).

 

JAYAPURA (PB.COM)Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua Ricky Ham Pagawak, SH.M.Si menegaskan bahwa dokumen Surat Keputusan (SK) dari DPP Partai Demokrat dan formulir B.1-KWK yang diberikan kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati Waropen Yeremias Bisay, SH dan Dominggus Marei yang tengah beredar di sosial media adalah palsu alias hoax.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Bappilu Demokrat Bapak Andi Arief dan Direktur Eksekutif Sigit Raditya bahwa foto berisi Surat Keputusan dan B.1-KWK kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Waropen Yeremias Bisay, SH dan Dominggus Marei adalah palsu alias hoax. Ada pihak tertentu yang bermain merekayasa surat ini,” kata Ricky Ham Pagawak kepada pers melalui video call dari Jakarta, Kamis malam (27/08/2020).

Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Ricky Ham Pagawak, SH.M.Si

 

Menurut lelaki yang akrab disapa RHP ini, ada dua alasan mendasar mengapa SK dan dokumen B.1-KWK yang baru saja beredar itu palsu. Pertama, hingga hari ini, Ketua Umum Partai Demokrat  Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) belum menyerahkan secara resmi SK dan B1KWK kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Waropen.

“Sejak AHY memimpin Demokrat, semua SK diserahkan langsung oleh beliau kepada pasangan calon, baik itu calon gubernur, bupati maupun walikota. Sampai hari ini, Waropen belum ada penyerahan. Ini tradisi baru,” tegasnya.

RHP dalam kampanye Pilgub Papua di Wamena 2018 silam.

 

Kedua, berdasarkan hasil klarifikasi pihak DPD Partai Demokrat Papua ke Direktur Ekskutif Demokrat Sigit Raditya, yang selama ini bertanggung jawab terhadap sirkulasi surat menyurat di DPP Partai Demokrat termasuk dokumen Surat Keputusan dan form Model: B1.-KWK Parpol, menyatakan bahwa SK palsu yang beredar dengan nomor 182/SK/DPP.PD/VIII/2020 tertanggal 25 Agustus 2020 adalah nomor SK yang diberikan kepada Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Selain itu, alasan paling mendasar yang menampik kebenaran SK hoax yang beredar itu ialah pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diusulkan oleh DPC Demokrat Waropen dan Tim Penjaringan DPD Demokrat Papua ialah Yeremias Bisay, SH dan Lamek Maniagasi, SE.

“Ini jelas ada pihak yang bermain untuk mengacaukan situasi dengan memberi informasi hoax yang bisa memicu kesalahapahaman di antara kader, simpatisan dan pendukung calon bupati dan wakil bupati di Waropen. Kami berharap masyarakat di Waropen tetap tenang dan tidak percaya pada informasi hoax itu. Dalam waktu dekat, DPP akan menyerahkan SK itu,” tegasnya.

RHP juga menjelaskan, dari 11 kabupaten yang mengikuti Pilkada Serentak pada 9 Desember mendatang, Partai Demokrat melalui Ketua Umum AHY telah menyerahkan SK kepada 6 pasangan calon bupati dan wakil bupati, yakni Yahukimo, Yalimo, Pegunungan Bintang, Boven Digoel, Merauke dan Asmat.

“Sedangkan Yang belum sama sekali ialah Waropen, Supiori, dan Nabire. Tadi baru saja penyerahan untuk Asmat diterima langsung calon bupati Elisa Kambu. Saya dan Sekretaris DPD Demokrat Papua dan Plt. Ketua DPC Demokrat Asmat ikut hadir tadi,” tutup RHP yang juga Bupati Mamberamo Tengah ini. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *