Menyambut Pilkada, Masyarakat Yahukimo Diminta Tidak Terprovokasi dan Menjaga Nilai Demokrasi

 

Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Yahukimo, Abock Busup, MA dan Yulianus Heluka, SH (ABYU) Jilid II saat deklarasi pada Sabtu (05/09/2020) di Lapangan Yahukimo Bangkit (Foto: Tim ABYU)

 

JAYAPURA (PB.COM)Bakal Calon Bupati Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua, Abock Busup, MA meminta kepada seluruh masyarakat di Yahukimo, secara khusus para pendukungnya untuk tetap tenang, tidak terprovokasi dan menghormati proses demokrasi yang sedang berjalan.

Penegasan ini disampaikan Abock terkait adanya tindakan pembunuhan karakter yang secara sengaja dilakukan oleh sejumlah oknum dengan membocorkan hasil pemeriksaan kesehatan dirinya terkait Covid-19 di media sosial beberapa hari lalu.

“Kami minta masyarakat tetap tenang dan tetap menjaga keamanan dan perdamaian di Yahukimo. Dalam waktu dekat kami akan balik ke Yahukimo untuk melakukan pelantikan tim sukses kami di sana. Dua kandidat ini kan sama-sama asli anak Yahukimo. Jadi saya harap tidak boleh saling menjatuhkan. Nilai demokrasi harus tetap dijunjung tinggi,” tegas Abock, Selasa (15/09/2020).

Menurut Abock, sesuai aturan, ia dan Yulianus Heluka, SH masih aktif menjabat sebagai bupati dan wakil bupati Yahukimo hingga 21 April 2020. Oleh karena itu, sebagai kepala daerah ia ingin agar pelaksanaan pesta demokrasi sebagai pesta miliknya rakyat berlangsung dengan damai dan penuh kegembiraan tanpa konflik apapun.

“Kami telah melewati tahapan-tahapan mulai pendaftaran, lalu deklarasi hingga pemeriksaan kesehatan. Saat deklarasi, kita buat acara dengan sumbangan sukarela babi 688 ekor dari masyarakat sebagai penghargaan masyarakat. Jangan sampai selama ini masyarakat sudah tinggal sama-sama dan jaga hubungan baik, tetapi karena berita-berita di media sosial, di youtube yang disebar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab menimbulkan perpecahan dan perselisihan. Sebab Yahukimo itu rumah kita bersama. Kita makan, tinggal, di situ dan sampai mati juga di situ,” kata Ketua DPW Partai Amanat Nasional Papua ini.

Masyarakat yang hadir saat acara deklarasi ABYU Jilid II

 

Ia menambahkan bahwa kepentingan politik Pilkada hanya berlangsung lima tahun. Tetapi hubungan kekerabatan dan persaudaran tetap terjalin selamanya. Oleh karena, ia ingin agar pelaksanaan Pilkada di Yahukimo yang bakal digelar 9 Desember 2020 mendatang berlangsung secara damai dan demokratis tanpa konflik.

“Mereka yang mengeluarkan berita-berita di media sosial itu rata-rata tidak ada di Yahukimo. Jangan terpancing. Saya minta tidak boleh ada lagi propaganda, provokasi dengan isu yang tidak benar seperti kemarin yang memicu konflik,” katanya.

Pasangan ABYU saat deklarasi (Foto: Suarapapua.com)

 

Kendati demikian, Abock menegaskan pihaknya akan menempuh jalur hukum terkait pencemaran nama baik yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab terkait penyebaran berita hasil swab test itu.

“Dalam waktu dekat tim hukum kami akan laporkan ke Polda Papua. Ini sebagai pelajaran kepada oknum-oknum yang secara sengaja membunuh karir politik saya. Karena informasi ini bisa memicu konflik. Beri pelajaran agar ke depan tidak boleh lakukan seperti itu lagi,” katanya. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *